•   Rabu, 26 Februari 2020
Peristiwa Hukum

Aset Rp 350 Miliar Belum Terungkap, Penyidik Periksa Keluarga Cendana

( words)
FOTO: Kombes Pol Gidion Arif Setiawan menunjukkan tersangka baru MeMiles dengan barang bukti uang Rp 2 miliar, di Mapolda Jatim, Jum’at (17/1/2020)


SURABAYA PAGI, Surabaya – Polda Jatim menetapkan tersangka baru di kasus investasi bodong aplikasi MeMiles berinisal SW alias W yang menjabat sebagai pejabat struktural di PT Kam And Kam. Ini tersangka ke-5 yang ditahan Polda. Dari tersangka ini, polisi menyita uang Rp 2 miliar. Kini total uang MeMiles yang diamankan sebesar Rp 124 miliar. Masih ada Rp 350 miliar lagi aset MeMiles yang belum diketahui keberadaannya. Akankah ini terungkap saat penyidik memeriksa keluarga Cendana, sebutan keluarga mantan Presiden Soeharto, yang diduga terlibat MeMiles? Mulai pekan depan, Polda Jatim mulai memeriksa tiga anggota keluarga Cendana itu bergantian.
-------------

"Tersangka baru ini (SW alias W) masuk struktural bagian perusahaan (PT Kam and Kam). Perannya melaporkan pada K atau tersangka utama terhadap hasil pengumpulan data member yang menurut sistem berdasarkan omset nasional dan tingkat waktu itu seharusnya mendapat reward," terang Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, di Mapolda Jatim, Jum’at (17/1/2020).

Selain melakukan pelaporan, SW juga lah yang mendistribusikan semua reward atau hadiah pada member setelah ditentukan oleh tersangka Sanjay. "Dilaporkan ke Sanjay, oleh Sanjay difilter lagi tidak berdasarkan dengan sistem yang berlaku. Bahkan seringkali yang mendapatkan reward orang yang tidak tercantum di dalam rekaman data itu," ungkap Gideon.

Dari tangan tersangka W, Polisi menyita uang sebesar Rp.2 miliar yang diduga mengalir di PT. Kam And Kam. Gidion menyebut, bahwa uang tersebut di luar dari rekening yang pernah diblokir oleh penyidik Polda Jatim. "Sejumlah aliran dana yang ada pada tesangka W adalah hasil pelacakan penyidik. Lalu dilakukan penyitaan sebesar Rp 2 miliar. Dana ini di luar dari rekening yang pernah diblokir oleh penyidik," papar Gidion.

Masih kata Gidion, uang yang disita itu awalnya dari rekening PT Kam And Kam. Namun sebelum kasus ini terungkap, uang tersebut telah dialihkan pada orang lain. "Ini dari rekening Kam and Kam yang kemudian dari laporan keuangan yang secara digital forensik kita telusuri ini dialihkan pada orang lain. (Dialihkan) sebelum pengungkapan kasus," papar dia.

Kini, total ada MeMiles yang diamankan polisi sebanyak Rp 124 miliar. "Pengalihan dananya sebelum pengungkapan kasus. Total Aset sudah Rp 124 miliar lebih, tepatnya Rp 124 miliar, 461 juta," lanjut Gidion.
Lalu, ke mana saja aliran dana ini? Gidion mengungkapkan masih ada Rp 350 miliar yang masih belum diketahui keberadaannya. "Kalau dari analisa kasar kami, kurang lebih ada sekitar Rp 350 miliar yang tidak dapat ditrace pendistribusiannya. Kan dari Rp 761 miliar, dikurangi Rp 122 miliar yang kita sita, sekarang yang kita sita sudah Rp 124 miliar, dikurangi beli mobil dan reward. Kurang lebih Rp 350 miliar dan itu masih tertutup oleh si tersangka utama," papar Gidion.

Tak hanya itu, dari rekening induk yang sudah di blokir, penyidik juga memblokir 6 rekening lainnya. " Jadi sudah ada 7 rekening yang diblokir," jelas Gideon.

Keluarga Cendana
Polisi menyebut ada keterlibatan tiga anggota Keluarga Cendana di kasus investasi bodong MeMiles. Ada tiga anggota Keluarga yang terlibat. Polisi hanya menyebut inisial AHS, istri AHS dan satu anggota lainnya. Dari informasi yang dihimpun, istri AHS disebut memiliki inisial FFC dan anggota keluarga lainnya yakni IAR. "Iya benar inisialnya," kata Gidion.

Pamen tiga melati di pundak ini menambahkan keturunan Mantan Presiden Soeharto ini akan diperiksa sebagai saksi. Pemeriksaan dijadwalkan pada Senin (20/1) dan Selasa (21/1) pekan depan. "Kapasitas mereka sebagai saksi," imbuh Gidion.

Gidion menyebut dari alat bukti yang sudah dikantongi, ada bukti keterlibatan tiga anggota Keluarga Cendana. Keterlibatan ini dalam bentuk keikutsertaan di investasi MeMiles. "Kita meyakini ada keterlibatan dalam konteks keikutsertaan dengan MeMiles. Bukan kita yang membawa-bawa dan ini sudah menjadi ranah publik," kata Gidion.

Terkait apakah keluarga Cendana ini termasuk member MeMiles, kata dia, pihaknya masih belum bisa mengungkapkan. Sebab, ketiganya masih belum diperiksa penyidik.

Sebelumnya, Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menyebut, nama sejumlah keluarga Cendana tersebut muncul dari keterangan sejumlah tersangka serta hasil data forensik. Saat bergabung di MeMiles, keluarga Cendana tersebut telah mendapatkan reward berupa mobil mewah. "Mendapatkan reward kendaraan mewah dua. Kami lihat lagi di pemeriksaannya nanti, yang jelas yang bersangkutan ikut di dalamnya dan mendapatkan reward," ungkapnya.

Diketahui, saat ini Polda Jatim telah menetapkan empat tersangka dalam kasus MeMiles. Keempatnya yakni Kamal Tarachan atau Sanjay alias KTM (47), warga Jalan Kintamani Raya, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara sebagai direktur PT Kam And Kam, Suhanda alias FS (52), warga Gang Masjid, Desa Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, sebagai manajer, Martini Luisa alias MH atau Dokter Eva (54) sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika alias PH (22) sebagai ahli IT aplikasi MeMiles.

Kasus ini terbongkar saat Polda Jatim mendapati investasi MeMiles yang belum berizin. Investasi ini disebut telah memiliki 264 ribu nasabah atau member. Bahkan MeMiles telah mengantongi omzet Rp 750 miliar. Namun, polisi hanya menyita uang total Rp 122 Miliar yang tersisa di rekening utama

Disikapi DPR RI
Anggota Komisi XI DPR RI, Bertu Merlas meminta masyarakat untuk waspada terhadap investasi bodong yang sangat marak terjadi. Menurutnya, MeMilles ini hanya satu dari sekian banyak investasi bodong yang ada di Indonesia. Menurut Bertu, berdasarkan panduan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada dua ciri utama yang mudah dikenali dari investasi bodong. Ciri pertama seperti multi level marketing (MLM). "Dia seperti pyramid dimana orang membawa orang kemudian yang membawa mendapatkan bonus. Itu satu ciri-cirinya," kata Bertu Merlas, kemarin.

Ciri kedua yakni menjanjikan keuntungan yang nilainya di luar akal sehat. Menurutnya, berdasarkan laporan OJK, jika umumnya investasi yang disalurkan melalui manajer investasi yang paling canggih saja, di Indonesia rata-rata perkembangannya maksimal hanya sekitar 17% satu tahun.

"Sementara investasi bodong ini bisa memberikan iming-iming perkembangan sebesar rata-rata 10% perbulan atau 120% pertahun. Dua ciri-ciri inilah yang harus dicermati bagi pemula yang ingin berinvestasi," urainya.

Menurut politikus PKB ini, maraknya investasi bodong di Indonesia ini sudah menjadi perhatian khusus OJK sejak beberapa bulan lalu. Bahkan, OJK telah membentuk Satgas Waspada Invesitasi yang memonitor semua investasi-investasi bodong di Indonesia. "Bila mana ada masyarakat yang curiga ada investasi ini untuk segera melaporkan ke Satgas ini. Bukan hanya MeMiles. Ini kan terkenal karena ada sejumlah artis yang berpotensi menjadi tersangka saja. Di Indonesia ada banyak sekali. Korban terbanyak itu ada Dream for Freedom (D4F), itu korbannya 700 ribu orang kalau gak salah," katanya.n nt/jk/jmi

Berita Populer