•   Sabtu, 7 Desember 2019
Peristiwa Nasional

Asumsi Penyebab Kecelakaan Mulai Mengemuka

( words)
kondisi mobil yang hancur usai kecelakaan di tol Cipularang


SURABAYAPAGI.COM, JAKARTA –Senin (2/09/2019) Dump truck berisi pasir terguling menyebabkan kecelakaan beruntun di tol Purbaleunyi atau tol Cipularang Km 91. Setelah dumb truck itu terguling sejumlah kendaraan yang berada di depannya menabrak hingga terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan.

Lima kendaraan terbakar. Beberapa lainnya bahkan terlempar keluar jalur. Dalam insiden itu ada tujuh truk, 11 kendaraan pribadi berukuran kecil dan dua kendaraan bus. Penyebab dari kecelakaan tersebut sampai saat ini masih belum diketemukan, berbagai pendapat pun mulai bermunculan.

Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi menduga insiden itu diawali tergulingnya truk. Kejadian itu mengejutkan pengendara yang berada di belakangnya. Hingga tak bisa mengendalikan mobil. Semua kendaraan yang terlibat kecelakaan melaju dengan kecepatan tinggi. Mereka tertabrak hingga sebagian mobil kecil terlempar ke luar jalur. Bahkan ada pula yang masuk jurang.

Dirjen Perhubungan Darat (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan, kemungkinan kecelakaan karena geometrik jalan yang tidak biasa. Geometrik jalan bisa diartikan sebagai bentuk atau ukuran jalan raya, baik yang menyangkut penampang melintang, memanjang, maupun aspek lain yang terkait dengan bentuk fisik jalan.

Melihat geometrik Tol Cipularang, khususnya dari arah Bandung menuju Jakarta menurutnya kecenderungan kendaraan akan memacu kecepatan tinggi. Padahal jalanannya menikung.

"Nah mungkin di situ lah pada saat dari Bandung menikung itu mungkin kecepatan cukup tinggi kemudian turunan gitu," tambahnya. Namun kesimpulan resmi mengenai penyebab kejadian ini masih belum terungkap, dan pihaknya telah menerjunkan tim ke TKP untuk menemukan penyebab pastinya.

Kasubdit Pemantauan dan Evaluasi Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan, Ditjen Bina Marga Wahyudi mengatakan faktor kendaraan dan human error kerap menjadi biang kerok terjadinya kecelakaan di titik tersebut. Dari sisi kendaraan, truk-truk odol (over dimension over load) menjadi faktor paling sering.

Dia bilang, berdasarkan hasil safety audit dari kecelakaan yang selama ini terjadi, faktor jalan belum pernah menjadi penyebabnya. Namun untuk kasus kecelakaan terakhir, Wahyudi mengaku saat ini pihaknya masih menunggu hasil safety audit yang sedang dilakukan. Dari hasil safety audit, bakal ada rekomendasi yang akan segera ditindak lanjuti untuk meminimalisir kejadian serupa.

Berita Populer