•   Jumat, 6 Desember 2019
Peristiwa Nasional

Atasi Putus Sekolah, Dindik Jatim Sosialisasikan BPOPP

( words)
RESMI: Plt Ketua Dindik Jatim Hudiono (dua dari kiri) saat menyosialisasikan program BPOPPĀ di Hotel Mercure Surabaya, Kamis (18/7/2019).


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Guna menekan angka putus sekolah di Jawa Timur, Pemprov Jatim berkolaborasi dengan Dindik Jatim melakukan sosialisasi mekanisme penyaluran Biaya Penunjang Operasional Penyelenggara Pendidikan ( BPOPP ).

Dihadiri oleh Kepala Cabang, Kepala Sekolah dan Komite SMA dan SMK negeri maupun swasta, Plt Dindik Provinsi Jawa Timur Hudiono menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin adanya peningkatan angka putus sekolah di Jawa Timur.

"Kita tahu program BPOPP memberikan penguatan kepada masyarakat khususnya soal pendidikan. Jadi kedepanya kita tidak mau lagi mendengar ada alasan lagi dari masih ada anak putus sekolah karena tidak ada biaya," cetus Hudiono saat diwawancarai di sela acara sosialisasi mekanisme penyaluran BPOPP di Hotel Mercure Surabaya, Kamis (18/07/2019) .

Pemprov Jatim, lanjut, Hudiono juga telah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 1.8 triliun untuk tahun ajaran baru 2019/2020. Menurutnya, selama enam bulan alokasi anggaran baik untuk SMA dan SMK tercatat sebanyak Rp 904 milliar. Rinciannya, untuk SMA atau SMK negeri Rp 423 miliar, sementara yang swasta Rp 480 miliar. Anggaran tersebut nantinya dianggarkan mulai Juli 2019 dan akan dicairkan secara bertahap setiap tiga bulan sekali di awal September nanti.

"Meskipun prioritas BPOPP SMA dan SMK negeri, kami memastikan SPP SMA dan SMK swasta gratis dan setidaknya ada satu siswa di tiap SMA dan SMK swasta tanpa biaya atau gratis dengan syarat siswa tersebut memang tergolong dari keluarga kurang mampu melalui program BPOPP ini," papar Hudiono.

Sekda Pemprov Jatim, Heru Tjahjono juga menambahkan, "Program ini adalah upaya Pemprov Jatim untuk menekan angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur."noe

Berita Populer