Awali PSBB Jilid III, Gresik Tambah 2 Pasien Covid-19

Ilustrasi

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Hari pertama penerapan PSBB Jilid 3 di Kabupaten Gresik ditandai dengan adanya 2 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sebagaimana diketahui pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik kembali diperpanjang untuk kedua kalinya oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Penerapan PSBB Jilid 3 akan berlangsung selama dua pekan, yakni sejak 26 Mei hingga 9 Juni 2020.

Pertimbangan utama untuk memperpanjang masa berlaku PSBB disebutkan bahwa masih adanya lonjakan angka pasien terkonfirmasi positif di tiga wilayah.

Sesuai data, di Kabupaten Gresik lonjakan jumlah pasien terjangkit Covid-19 justru terjadi pada awal pekan lalu. Dengan jumlah 27 orang pada Senin (18 /5), dan sebanyak 29 orang pada Selasa (19/5).

Setelah itu kondisinya melandai hingga pada hari pertama pelaksanaan tahap 3 PSBB, hari ini (26/5).

Dari 2 pasien baru terkonfirmasi positif hari ini diketahui berasal dari Desa Kebomas, Kecamatan Kebomas, dan dari Desa Mulung, Kecamatan Driyorejo.

"Kedua pasien diketahui tertular virus corona melalui orang tanpa gejala (OTG)," ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Gresik drg Saifudin Ghozali melalui Kabaghumas dan Protokol Setkab Reza Pahlevi dalam pers rilisnya, Selasa petang (26/5).

Sedang klasternya, seorang diketahui berasal dari klaster Surabaya. Sementara seorang lainnya masih dilakukan tracing mendalam.

Dengan penambahan 2 pasien baru ini maka total warga Gresik yang sudah terjangkit oleh virus asal Kota Wuhan, China mencapai 134 orang.

Penularan virus corona dalam beberapa hari ini tercatat melambat jika dibandingkan pada awal pekan lalu. Ini seiring dengan hampir tuntasnya hasil swab test pada klaster besar, seperti klaster Sampoerna, Pasar Pabean, Surabaya, Pasar Ayam Desa Sidowungu-Menganti dan klaster Pelayaran. did