•   Senin, 18 November 2019
UKM & UMKM

Ayshaskin!Skin care lokal pertama di Surabaya

( words)
Shinta Nency F dan Ayu Setyo R saat memperkenalkan produk Ayshaskin


SURABAYAPAGI- Surabaya: Trend masyarakat Indonesia dalam belanja produk skin care atau perawatan kulit semakin meningkat. Baik itu yang lokal maupun impor. Brand asing pun banyak yang hadir di Indonesia untuk mengeruk pasar Indonesia yang cukup tinggi dari jumlah penduduk maupun dari sisi konsumsi untuk produk jenis ini. Salah satunya, dua alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yaitu Shinta Nency Febrianti dan Ayu Setyo Rahayu Purnomo yang melaunching produk skin care Ayshaskin.

"Pasar skin care di Indonesia memang besar. Brand yang bermain di segmen ini juga banyak. Kami melihat kompetisi masih bisa, apalagi produk yang kami luncurkan ini sudah mendapat respon pasar yang positif dalam dua tahun terakhir saat dipasarkan secara terbatas," ungkap Shinta saat menggelar kegiatan launching dan gathering customer Ayshaskin di Hotel Vasa, Surabaya, Minggu (14/7/2019).

"Ayshaskin saat ini memiliki tujuh items yang bisa dipakai wanita maupun pria. Fokus pada perawatan kulit wajah untuk mengatasi masalah kulit khas tropis. Seperti berjerawat, gelap, dan masalah hormonal bagi wanita hamil atau menyusui termasuk untuk yang aktif dibawah sinar matahari. Berbahan baku aman dan terdaftar di BPOM serta lolos uji sebagai produk kosmetik dengan bahan baku aman untuk dipakai," jelas Ayu.

"Kami bidik pasar modern karena memang pasar yang kami pilih menengah, dengan kisaran harga produk di Rp 300.000 hingga Rp 500.000 an," jelas Shinta.

Sementara itu, terkait penguatan distributor, produk yang memiliki tempat produksi di Bekasi, mentargetkan bisa memiliki satu distributor untuk satu provinsi dengan target penjualan hingga 3.000-4.000 pcs dengan nilai sekitar Rp 65 juta.

Saat ini, Ayshaskin tercatat baru memiliki 12 agen. Targetnya di semester II tahun 2019 ini, Selama dua tahun terakhir dengan memanfaatkan media sosial kemudian berlanjut ke e-commerce, sekitar 50 persen konsumen masih dari kawasan Jabodetabek. Sementara untuk wilayah lain, Jatim - Jateng sekitar 35-40 persen dan sekitar 10-15 persen ada di kota-kota besar di Sumatera.

Setelah Surabaya, produk dengan segmen mayoritas perempuan dan sebagian kecil pria tersebut ada di kisaran 25 tahun hingga 30 tahun. "Meski yang usia 19 tahun atau ibu-ibu 40 tahun juga ada yang pakai," tutup Ayu. noe

Berita Populer