Bacabup Tuban Adi Widodo, Siapkan Program Pengembangan Food Estate

Bacabup Tuban, Adi Widodo saat meninjau peternakan Domba.SP/her

SURABAYAPAGI.COM, Tuban - Presiden Joko Widodo berencana menjadikan kawasan Kalimantan Tengah sebagai Food Estate. Konsep ini merupakan langkah pengembangan yang dilakukan secara terintegrasi, mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam satu kawasan.

Kebijakan itu, sebagai tanggapan atas ancaman krisis pangan yang menjadi problematika serius sebagai dampak penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19), yang akan dihadapi Indonesia nantinya

Bakal Calon Bupati Tuban (Bacabup), Adi Widodo menilai, gagasan besar food estate sangat mungkin diadopsi di Kabupaten Tuban. Sinergitas sektor pertanian, perkebunan dan peternakan dianggap cocok dengan karakteristik masyarakat Kabupaten Tuban yang sebagian besar masih mengandalkan kegiatan sektor non formal sebagai sandaran penghidupan.

Bacabup Adi Widodo juga sudah menyiapkan konsep Lumbung Desa sekaligus dengan metode pengelolaanya yang terbaik.

“Dalam skala desa, konsep ini bisa diterapkan di Kabupaten Tuban. Singergitas antar sektor pertanian, perkebunan dan peternakan akan mengembalikan kembali kekuatan sebuah desa. Dari desa yang perlu diperkuat untuk bisa mendongkrak Kabupaten Tuban secara keseluruhan,” terang Adi Widodo yang juga pernah menjadi salah satu pengurus inti Himpunan Pengusaha Nahdliyin Jakarta.

Putra Asli Kabupaten Bangilan Tuban ini, bahkan sejak lama telah mengonsepkan sejumlah program kerja untuk memperkuat ketahanan desa di Kabupaten Tuban. Dari enam program kerja yang ditawarkan, seluruhnya bertujuan untuk membangun pondasi kekuatan perekonomian masyarakat Kabupaten Tuban dari lingkup desa.

Dalam sektor perekonomian masyarakat, Adi Widodo membawa beberapa konsep pemberdayaan perekonomian masyarakat, seperti Program Tani Mandiri, Program Nelayan Hebat, Program Trans Tuban dan Kios Abah Umi.

"Antar program ada korelasi saling menguatkan dari hulu hingga ke hilir yakni pemasaran produk. Pemerintah Kabupaten wajib untuk memfasilitasi untuk bisa mengantarkan masyarakat Tuban yang mengandalkan hidup dari sektor pertanian dan perikanan bisa lebih berkembang," jelasnya.

Adi Widodo menambahkan, nantinya masyarakat bisa memiliki beberapa pilihan untuk mengembangkan usahanya. Bacabup Tuban yang sukses lewat karir profesionalnya ini mengadopsi pengalaman bisnisnya hingga mencapai kesuksesan.

Ia pun menilai masyarakat harus dirangsang untuk bisa memanfaatkan peluang. Ia mencontohkan masyarakat bisa mengembangkan sektor peternakan seperti domba.

Menurutnya ternak domba bisa menjadi sebuah peluang bisnis apalagi angka permintaan daging domba mancanegara begitu tinggi sementara populasi domba sangat terbatas, khususnya di Kabupaten Tuban. 

“Saya sudah membuat riset budidaya domba. Dan alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan. Ini nantinya bisa menjadi sentra breeding domba di Kabupaten Tuban dan akan muncul dengan sendiri mata rantai bisnisnya,” ungkapnya.

Bacabup Adi Widodo mengaku sudah memetakan kondisi Kabupaten Tuban yang saat ini masih memprihatinkan. Ia menitikberatkan perubahan Tuban menuju besar dan digdaya diawali dari penguatan perekonomian masyarakat desa.

Selain sektor perekonomian dan transportasi, Bacabup Adi Widodo juga menyiapkan program Kartu Pintar Tuban bagi peserta didik serta layanan rawat layat untuk memperkuat ketahanan kesehatan.

“Tuban mendatang harus siap untuk menyambut era kenormalan baru pasca Covid-19. Masyarakat Kabupaten Tuban harus memiliki jaminan tambahan seperti layanan rawat dan layat diluar program kesehatan nasional seperti BPJS Kesehatan,” pungkas dia.

Dalam kontestasi Pilkada Tuban 2020, Bacabup Adi Widodo telah mengikuti penjaringan melalui PDI Perjuangan, Gerindra dan Poros Perubahan Tuban yang terdiri dari koalisi Partai Nasional Demokrat, PPP dan Partai Amanat Nasional. Her