•   Jumat, 21 Februari 2020
Pilgub2018

Bacagub Jatim, Kepulauan Kangean Menunggu Anda

( words)
Ainur Rahim selaku Koordinator Mengawal Kangean (ujung kiri) bersama anggota komunitasnya. Foto : SP/IBNU.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - 6 bulan jelang Pilgub Jatim 2018, para bakal calon peserta Pemilu tengah sibuk memperkenalkan diri serta visi dan misi mereka kepada masyarakat. Namun, dibalik itu semua, apakah mereka pernah mendengar kebutuhan dari masyarakat yang berada di sudut-sudut terdepan Jawa Timur?
Dari Kepulauan Kangean-Kab. Sumenep yang terletak di ujung Jawa Timur, Komunitas Mengawal Kangean berharap para Bacagub yang ada memiliki rencana regulasi nyata yang mampu membangun Kepulauan Kangean. Pasalnya, selama ini mereka memandang bahwa hal tersebut belum pernah dirasakan secara konkret.
Ainur Rahim selaku Koordinator Mengawal Kangean, pada diskusi "Mapping Suara Kepulauan Kangean di Aras Pilgub 2018" yang diselenggarakan di Hotel Aria Centra-Surabaya pada Hari Kamis (25/1) memandang selama ini yang ada untuk Kepulauan tersebut hanyalah kebijakan semata. Menurutnya, ada perbedaan signifikan antara kebijakan dan regulasi.
"Kalau kebijakan, itu sifatnya putus. Dan tidak berkelanjutan. Misalnya apa? Bantuan Langsung Tunai(BLT) itu memang ada. Tapi yang kita butuhkan lebih dari itu. Kami butuh sesuatu yang bisa dijadikan tonggak untuk membangun Kepulauan Kangean," ujar pria yang bergelar Doktor tersebut.
Kepulauan Kangean, menurut Ainur, memiliki berbagai potensi alam yang luar biasa. Sehingga, seharusnya hal tersebut mampu dioptimalkan hingga menjadi tambahan PDRB bagi Jawa Timur. "Padahal potensi laut dan migas sangat tinggi di Kangean. Persawahan kami pun 35 persen dari area persawahan Kab. Sumenep," jelasnya.
"Laut kita ini masuk ZEE, kapal pesiar itu biasa kita lihat bersliweran, ikan ikan pun bagus. Bahkan di jaman Belanda pernah disebut Akuarium Alam karena lautnya yang jernih. Kenapa tidak pernah disentuh? Ini tantangan bagi para Cagub yang hendak berkompetisi," cetus pria asli Pulau Kangean tersebut.
Dari sisi kehidupan sosial pun, masyarakat Kepulauan Kangean sangat butuh perhatian dari pemerintah Jawa Timur yang baru kelak. "40 persen penduduknya harus merantau ke Malaysia baru bisa bekerja. Pasar milik Pemerintah pun tak ada. Hanya ada milik swasta. Listrik pun hanya ada 10 jam, itupun gantian," tegas Ainur.
Menyikapi hal tersebut, pengamat politik asal Unair Suko Widodo yang juga hadir pada kesempatan tersebut memandang bahwa ini akan jadi PR besar bagi Cagub yang hendak berlaga di Jatim. Pasalnya, jumlah pemilih di wilayah tersebut juga tidak bisa dipandang remeh.
"Itu semua tadi adalah bukti bahwa Pemprov kadang kurang serius dalam membangun wilayah terluar di Jatim. Kangean itu menarik, diatas kertas potensi mereka ini terlihat nyata," jelas Suko.
"Jangan sampai diabaikan Kangean ini. Mereka tidak boleh merasa terasing. Mereka ini juga Jawa Timur. Momen Pilkada ini menjadi tonggak bagi mereka untuk meminta perhatian. Jangan sampai hanya suara mereka yang diambil tapi kebutuhannya diabaikan," pungkas Doktor lulusan Unair tersebut.ifw

Berita Populer