•   Kamis, 17 Oktober 2019
Kriminal

Balasan Untuk Remaja Bekasi Pembunuh Begal

( words)


SURABAYAPAGI.com - Peristiwa begal yang menimpa dua remaja di Kota Bekasi memantik perhatian banyak pihak. Mereka adalah Moh. Irfan Bachri (18) dan Ahmaf Rofik (19). Saat dua orang begal menodongkan sebilah celurit, salah satu remaja itu melawan, satu begal pun tewas.Atas keberanian kedua remaja itu, aparat Polres Metro Bekasi Kota memberikan penghargaan atas keberaniannya membekuk pelaku begal sepeda motor. Dari aksi membela diri itu, satu pelaku bernama Aric Saipulloh tewas usai sebilah celurit yang digunakannya berhasil direbut Irfan yang kemudian balik menyerangnya.
"Iya kita berikan penghargaan. Iya betul," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto kepada Suara.com, Kamis (31/5/2018).
Indarto menyebutkan, bentuk penghargaan yang diberikan kepada kedua remaja pemberani itu berupa piagam dan sejumlah uang tunai. Acara pemberian penghargaan kepada dua remaja itu dilaksanakan di Mapolreta Bekasi, Kamis pagi tadi.Namun, Indarto tak merinci total uang yang diberikan kepada remaja pemberani itu. Dia hanya menjelaskan jika uang yang diberikan cukup untuk membayar biaya perobatan Irfan yang ikut terluka saat melawan kedua bandit tersebut."Uang itu bisa sekedar untuk berobat bisa. Tapi piagam itu yang paling penting," ucap Indarto.Ia pun berharap keberanian kedua remaja itu bisa menjadi inspirasi kepada masyarakat terutama di Bekasi. "Inilah contoh bagi kita semua," kata dia.
Kasus begal yang dialami kedua remaja di Bekasi itu bermula saat keduanya bepergian di jembatan layang Summarecon, Kota Bekasi, Rabu (23/5/2018) malam.
Keduanya kemudian memarkir sepeda motornya di bahu jalan jembatan layang itu untuk bersantai menatap kota dari ketinggian. Tiba-tiba datang Aric bersama seorang rekannya bernama Indra Yulianto dengan sepeda motor menghampiri Irfan dan Rofiki.
Aric langsung turun dari sepeda motornya dan mengeluarkan sebilah celurit yang disimpan di bagian perutnya. Ia lalu mengarahkan celuritnya kepada Rofiki sambil merampas ponselnya.
Aric juga melakukan hal serupa kepada Irfan. Namun yang bersangkutan tidak mau menyerahkan ponselnya, sehingga Aric membacokkan celuritnya ke arah Irfan.
Bacokan itu ditepis tangan Irfan hingga keduanya terlibat duel. Akhirnya Aric terjatuh dan celurit miliknya direbut Irfan.
Irfan lalu mengayunkan celurit tersebut ke tubuh Aric sebanyak empat kali sabetan hingga yang bersangkutan mengalami pendarahan.
Rekan Aric, Indra Yulianto turun dari motornya dan berniat membantu Aric, namun langsung dihadang Irfan dengan celurit sambil meminta ponsel milik Rofiki segera dikembalikan. Usai kejadian itu, Aric dan Indra kabur.
Karena mengalami luka bacokan cukup parah, Aric akhirnya tewas saat menjalani perawatan di RS Anna Medika Bekasi Utara karena kehabisan darah.

Berita Populer