•   Rabu, 20 November 2019
Kriminal

Bandit Spesialis L300 Dibekuk, Polisi Lumpuhkan Para Pelakunya

( words)
Komplotan pelaku pencurian L300 asal Madura diringkus Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Foto: SP/FIRMAN


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Setelah satu bulan bersembunyi, kawanan pelaku pencurian L300 asal Madura ini akhirnya dibekuk Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Tiga dari enam kawanan ini tertangkap di tempat persembunyiannya di Kabupaten Malang. Sempat berusaha kabur, kaki tiga pelaku ini terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.

Ketiganya adalah Giman (29) warga Propo Madura, Rohim (30) warga Pamekasan Madura dan Junaidi (31) warga Pamekasan Madura. Sementara itu dua rekannya yakni ZN dan NN masih dalam pengejaran polisi.
Berbekal kunci T hasil modifikasi dari besi cor, kawanan ini menyasar mobil L300 yang sedang terparkir dipinggir jalan. Mereka juga menggunakan mobil sewaan sebagai sarananya. "Mereka berkeliling pakai mobil sewaan, kemudian setelah dapat sasaran, tersangka JN (Junaedi) turun dan merusak rumah kunci pintu serta rumah kunci mobil tersebut," beber Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Bima Sakti, Kamis (4/4).
Di Surabaya, kawanan ini tercatat sudah tiga kali beraksi. Selebihnya mereka lakukan di Malang, Sidoarjo dan Madura. "Sasarannya kendaraan pengangkut barang. Bahkan yang di Madura itu truk engkel yang disasar," tambah Bima.
Saat ditanya, Junaedi mengaku jika aksi itu baru dilakukannya sejak dua bulan terkahir. Dari dua bulan itu, kawanan ini sudah berhasil menghasak sepuluh unit mobil. Mobil tersebut dijual ke seorang penadah di wilayah Pamekasan Madura. Satu unit mobil dibandrol dengan harga 35 juta rupiah. "Baru dua bulan ini, dijual 35 jutaan, hasilnya dibagi berenam saya dapat tiga juta biasanya," aku Junaedi.
Meski tak membawa senjata tajam saat beraksi, kunci T yang dimodifikasi dari besi cor beton itu memiliki ujung yang sangat tajam. Polisi menduga, jika benda tersebut juga berfungsi sebagai alat untuk korban atau orang yang memergoki aksinya. "Tidak menutup kemungkinan jika ini (alat kunci T) digunakan melukai korban. Karena ini sangat tajam sekali," tandas lulusan Akpol 2013 itu.
Saat ini, polisi masih memburu keberadaan dua pelaku lain yang masih di dalam tempat persembunyiannya. Polisi menghimbau agar para pelaku kawanan ini menyerahkan diri sebelum polisi melakukan tindakan tegas.

Firman Rachmanudin
Wartawan Surabaya Pagi

Berita Populer