•   Jumat, 21 Februari 2020
SGML

Banjir Kembali Terjang Mojokerto, Dua Dusun Terendam

( words)
Kondisi banjir saat Selasa (22/1/2019) kemarin malam .


SURABAYAPAGI.com - Dua dusun di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto tergenang banjir usai diguyur hujan selama 5 jam, Selasa (23/1). Dua dusun itu yakni, Dusun Bajangan, Desa Kembangringgit dan Dusun Jelak, Desa Tunggalpager.

Akibat kejadian ini, sebanyak 70 rumah di Dusun Bajangan dan 60 rumah di Dusun Jelak terendam banjir. Ketinggian air di dalam rumah mencapai 20 hingga 40 cm.

Meskipun ketinggiannya berkisar 20 sampai 40 cm, Warga tetap memilih tinggal di rumah. Di dalam rumah warga terlihat mencoba menguras air dengan alat sederhana dan mengamankan barang-barang berharga.

Sunarti (45) warga Dusun Jelak mengatakan, rumahnya mulai tergenang banjir pada pukul 19.00.

"Rumah saya tergenang banjir sejak 2 hari yang lalu. Saya sampai tidak bisa tidur," katanya Rabu (23/1/2019).

Menurut Sunarti, penyebab terjadinya banjir karena tanggul di Sungai Janjing jebol.

"Tanggul di sungai jebol, saya berharap agar pemerintah segera memperbaikinya," harap Sunarti.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini menerangkan, bahwa penyebab terjadinya banjir karena sungai Janjing tak dapat menampung debit air yang kian bertambah karena hujan deras.

"Penyebab banjir karena luapan air dari Sungai Janjing. Saat ini air sudah surut," terangnya.

Zaini menyebutkan, tidak ada korban dalam peristiwa ini. Namun, dirinya mengimbau masyarakat agar tetap waspada.

"Karena curah hujan sudah mulai tinggi di wilayah kabupaten Mojokerto, masyarakat dihimbau agar waspada khususnya warga yang berdomisili di dataran tinggi dengan ancaman bencana Bansor ( Banjir dan longsor). Warga juga harus mengenali tanda-tanda bencana yakni hujan dengan rentan waktu 2-3 jam, air sumur dan sungai berubah warna menjadi keruh," pungkasnya.

Berita Populer