•   Senin, 18 November 2019
Keuangan Syariah

Bank Syariah Selektif Memberi Pembiayaan

( words)
Ilustrasi Petugas teller melayani nasabah Bank BNI Syariah.


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sejumlah bank syariah optimistis penyaluran pembiayaan pada paruh kedua tahun 2019 akan tumbuh lebih kencang.

Namun, bank-bank tersebut tetap selektif dalam melakukan pembiayaan terhadap sektor yang memiliki risiko tinggi terutama pada sektor yang terdampak perang Dagang China dan Amerika Serikat (AS).

PT BNI Syariah misalnya optimistis bisa mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sekitar 20 persen secara year on year (yoy) pada semester II 2019. Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan fokus pada sektor yang rendah risiko seperti konstruksi dan jasa sosial masyarakat.

"Sementara sektor yang harus ektra hati-hati dalam menyalurkan pembiayaan adalah industri pengolahan, perdagangan restoran dan hotel, serta terutama komoditas yang terdampak oleh Perang Dagang AS-China," ungkap Direktur Bisnis SME & Komersial BNI Syariah, Dhias Widhiyati, Rabu (31/7).

Sepanjang semester I, BNI Syariah juga berhasil mencatatkan kinerja cukup cemerlang. Penyaluran pembiayaan perseroan tumbuh hingga 26,03 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 31,66 triliun.

Pertumbuhan tertinggi ada di segmen komersial sebesar 31 persen. Adapun UMKM tumbuh 10 persen dan konsumer naik 5 persen.

BNI Syariah juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang cukup signifikan yakni 55,32 persen yoy menjadi Rp 315,27 miliar. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank ini naik sebesar 12,13 persen.

PT Bank BCA Syariah juga akan meningkatkan kehati-hatian dalam melakukan penyaluran pembiayaan di tengah muncul kabar gagal bayar sejumlah pelaku bisnis, yang terbaru adalah Duniatex Group.

Berita Populer