Bantuan ke Warga Kota Harus Diawasi, agar Amanah

Ilustrasi bantuan

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Program bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Surabaya kepada warga Kota Surabaya hingga impelementasi, perlu diawasi. Pengawasan agar amanah.

Demikian disampaikan M. Arif An Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah sekaligus Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Surabaya dan Ketua PCNU Surabaya, Muhibbin Zuhri. Keduanya dihubungi Surabaya Pagi, secara terpisah Selasa (26/05) kemarin.

"Kami melihat bahwa, untuk implementasi MBR yang saat ini sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota perlu ada penyempurnaan sekaligus monitoring ulang. Harapan saya PSBB ke 3, harus terus di tingkatkan sehingga lebih baik" kata M. Arif An.

 

Data yang Salah

  1. Arif An menyampaikan, RT/RW harus turut dilibatkan dalam pendataan dan pembagian bantuan. Sebab masih banyaknya data yang salah. "Ingin saya sampaikan bahwa semuanya yang terkait dengan data itu harus libatkan RT/RW. Dan kalau toh ada yang tidak sempurna, ada yang salah sasaran harusnya di verifikasi dan di hilangkan, kemudian di ganti yang baru sesuai warga terdampak Covid. Sehingga data ini lebih mendekati kesempurnaan" harapnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk mendukung program Pemerintah Kota Surabaya. Khususnya pada masa-masa yang tidak pasti. "Dalam masa-masa seperti ini, semua program pemerintah kota harus di dukung, khususnya dalam program kampung wani lawan Covid. Program ini harus dikerahkan dan keterlibatan RT/RW sangat diharapkan" tambah Arif.

 

Menggilas Aspek Sosial dan Ekonomi

Terpisah, Ketua PCNU Surabaya, Muhibbin Zuhri juga sependapat dengan M. Arif An. Menurut Muhibbin, dampak dari pandemi ini juga menggilas aspek sosial dan ekonomi.

"Saya kira memang dampak dari pandemi ini juga ke aspek sosial dan ekonomi, dimana banyak orang yang kehilangan pekerjaan atau penghasilannya merosot secara drastis akibat pembatasan-pembatasan" terangnya.

Ia berharap kini harus ada langkah-langkah karikatif dari pemerintah yang didukung oleh masyarakat. Tujuannya untuk saling menguatkan. "Kini sangat diperlukan langkah-langkah karikatif oleh pemerintah dan masyarakat, supaya kesulitan-kesulitan yang di alami oleh warga sedikit berkurang. Dalam situasi seperti ini memang harus dilakukan, terutama untuk menjaga ketahanan pangan mereka. Itu yang paling primer" jelasnya.

Disinggung soal pembagian BLT, Ketua PCNU Surabaya ini berharap pembagian tersebut harus sesuai amanah. Jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi dengan berbagai kepentingan.

"Soal pembagian BLT atau sembako terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan rendah maupun yang terdampak akibat pandemi ini yang bukan MBR dan sebagainya, saya berharap betul supaya distribusinya itu amanah. Mulai dari pendataan atau rekruitmen datanya itu sampai kepada pembagiannya. Jangan ada yang memanfaatkan situasi kesulitan seperti ini untuk kepentingan atau untuk keperluan yang lain" ujarnya. byt