Banyak Ketidaksesuaian Data Covid-19

Salah satu warga Nyapar yang di duga positif Covid 19, Moh. Ali mempertanyakan keabsahan hasil swab.Sp/ainur rahman

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Dinas Kesehatan Sumenep di minta untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan surat perintah tugas kepada Dokter desa mengenai mewabahnya virus covid-19. Sebab, surat yang dikeluarkan berdasarkan hasil swab atas nama Sutik asal warga nyapar Dasuk Sumenep itu keabsahannya dipertanyakan.

Dalam surat tersebut, Sutik terinfeksi virus covid-19 dan ini berangkat dari hasil swab yang diterimanya dari RSU dr. Soetomo Surabaya. Namun, hasil swab tersebut tanpa kop surat dan stempel secara sah dari pihak rumah sakit. “Saya akan proses secara hukum,” ucap Moh. Ali kepada Surabaya pagi (5/20).

Menurut Ali, Sutik dibawa ke Kabupaten itu berdasarkan hasil swab, “Padahal menurut saya hasil swabnya itu tidak resmi, dan saya akan terus pertanyakan sebab telah meresahkan keluarga pasien, dan menimbulkan fitnah masyarakat.” kata Ali, keluarga Sutik di jauhi tetangga karena takut terbawa virus.

Untuk diketahui, Sutik itu seorang pekerja swasta yang bekerja di PT. Tanjung Odi yang ditutup sementara karena ada beberapa karyawan yang terkenak penyakit virus covid-19.

Pengawas Covid-19 Kecamatan Dasuk, dr. Zulfa mengatakan, jika dirinya hanya menjalankan perintah atasannya, dan mengenai hasil swab Sutik itu diterimanya dari pak Imanul Muttagin dari Dinas Kesehatan Sumenep.

“Saya terima melalui WhatsApp, hasil swabnya atasnama Sutik, lalu saya kirim ke Darwis perawat Desa, kemudian disampaikan, jadi sebaiknya kalian kroscek saja ke Dinas," ujarnya Sabtu kemarin.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sumenep, Agus Mulyono hingga berita ini diturunkan belum bisa di konfirmasi via WhatsApp.ar