•   Jumat, 21 Februari 2020
Pendidikan

Banyak Mahasiswa yang Mengeluh Salah Jurusan

( words)
Ilustrasi


SURABAYAPAGI.COM -Meningkatnya jumlah sarjana yang menganggur tidak terlepas dari sistem pendidikan yang hanya fokus mengejar nilai kognisi. Melupakan pengembangan karakter yang meliputi akhlak, kecakapan, kreativitas, kemandirian, dan sikap bertanggung jawab. Pernyataan itu disampaikan oleh Dekan Psikologi Universitas Mercu Buana Muhammad Iqbal dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta, kemarin (14/12).

Menurut survei Indonesia Career Center Network (ICCN) pada 2017, 87 persen mahasiswa Indonesia mengaku salah jurusan. Mengapa demikian? Iqbal menuturkan, para lulusan SMA tersebut lebih memikirkan gengsi masuk ke perguruan tinggi ternama. ”Jurusannya entah apa aja. Terserah,” imbuhnya.

Karena itu, ketika menjalani perkuliahan, mereka kelimpungan. Merasa tidak sesuai keinginan. Akhirnya, berpikir praktis. Yang penting lulus. Iqbal membenarkan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bahwa sarjana belum tentu punya kompetensi.

Berita Populer