•   Sabtu, 28 Maret 2020
Peristiwa Nusantara

Baru 2 Minggu Nikah, Arek Simo jadi Korban

( words)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10), menyisahkan kepedihan bagi keluarga penumpang. Seperti keluarga Deryl Fida Febrianto asal Simo Pomahan 67 Surabaya. Kisahnya, Deryl sendiri baru menikah pada 15 Oktober 2018 lalu, dan pergi meninggalkan istrinya sejak tanggal 17 Oktober, karena harus kembali bekerja pada perusahaan pelayaran.
Deryl menjadi salah satu penumpang di dalam pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang tersebut. Meski belum dapat percaya sepenuhnya, terop sudah terpasang didepan rumah keluarga Deryl pertada berkabung. Para tetangga dan pelayat pun berdatangan ke rumah tersebut.
Kesedihan paling besar dirasakan oleh Luthfiani Eka Putri, 23, istri Deryl. Maklum saja, mahligai rumah tangganya bersama Deryl baru terjalin selama dua minggu. Keduanya menikah 15 Oktober lalu. Mereka menikah setelah hampir setahun berpacaran. ”Belum ada rencana bulan madu,” ujar Luthfiani lirih.
Lithfiani sesekali menahan tangis. Sambil sesenggukan, dia mencoba menceritakan musibah yang menimpa suaminya itu. Awalnya Luthfiani mendapat kabar ada pesawat jatuh dari ibu merutanya, Saining (42), sekitar pukul 09.30 WIB.
Saining bertanya kepada Luthfiani apakah suaminya menaiki Lion Air JT-610. Sejak berita pesawat mengalami lost contact tersiar di TV, Sianing ingin memastikan kondisi putranya. Luthfiani sendiri belum sadar suaminya naik pesawat apa menuju Pangkal Pinang.
Luthfiani langsung mengecek foto tiket yang sempat ditunjukkan Deryl kepadanya. Ternyata benar. Deryl terdaftar dalam manifes penumpang Lion Air JT-610 dengan nomor tiket 9902169649928. Luthfiana mengaku sudah mengkroscek dengan foto tiket yang sempat dikirim Dryl melalui WhatsApp.
"Awalnya, saya bilang nggak tahu. Saya bilang, mau lihat dahulu foto tiketnya. Ternyata bener JT-610. Akhirnya, saya lihat TV. Ternyata bener penerbangan ke Pangkal Pinang," tambahnya.
Sementara itu, ayah Dery, Didik Setiawan, (43) langsung berangkat ke Bandara Internasional Juanda usai mendapat kabar tersebut. Didik mengatakan, manajemen PT Lion Air sendiri yang menemuinya di bandara.
Dia mencoba menelusuri informasi melalui manajemen Lion Air tentang keberadaan putranya. Didik mengatakan, pihak Lion Air pun belum dapat memastikan keberadaan anak sulungnya itu.
Meski demikian, dia mendapat jatah dua tiket ke DKI Jakarta dari manajemen Lion Air. Didik mengatakan, tiket itu akan digunakan jika sudah mendapat kabar dari keluarga dan Badan SAR Nasional di Jakarta.
"Informasi dari manajemen Lion Air di Juanda, dapat jatah dua tiket ke Jakarta berdasarkan kartu keluarga. Tapi, saya nggak tahu kalau (tiketnya) bayar atau tidak," kata Didik. n fir

Berita Populer