•   Jumat, 3 April 2020
Fashion

Batik Jaka Lakardowo Study Banding ke Kampung Batik Tulung Agung

( words)
Rombongan Batik Jaka saat berwisata batik di Kampung Batik Majan Kabupaten Tulungagung


SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Puluhan pembatik asal Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto melakukan study banding ke Kampung Batik Desa Majan, Kecamatan Kedung Waru, Kabupaten Tulung Agung, Minggu (9/2/2020).

Komunitas pembatik binaan program CSR PT PRIA Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini bertandang ke Batik Liris Manis milik Boby Satriyo. Tak hanya itu, di desa yang dikenal sebagai kampung batik legendaris di Tulungagung ini, anggota Batik JAKA (sebutan pembatik Lakardowo, red) juga belajar banyak soal motif batik lawasan yang usianya mencapai 70 tahunan.

"Kampung ini adalah kampung batik legend. Karenanya tak salah jika kita pilih kampung ini untuk belajar lebih mengenal soal batik" , tutur Suci Arieani selaku sekretaris Direktur PT. PRIA yang juga sebagai pimpinan rombongan dalam wisata batik ini.

Ia menambahkan Wisata Batik ini di programkan sebagai upaya untuk refreshing serta re-edukasi bagi para pembatik yg mungkin jenuh dengan rutinitas tuntutan produksi yang semakin tinggi di perusahaan. "Kita berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat, berupa inspirasi dan spirit buat mereka," kata mbak Uci.

Ki Bagong, selaku pembina Batik JAKA yang turut serta dalam rombongan mengatakan Wisata Batik ini perlu dilakukan untuk memperkaya wawasan para pembatik. "Kita perlu belajar melihat dunia luar dalam bidang batik. Kunjungan ke pembatik yang telah memiliki pengalaman akan menambah wawasan para pembatik kita," ujar ki Bagong yang memang ahli pewarna alami dan penghobi batik tulis ini.

Di Kampung Batik Majan, lebih tepatnya di Batik Liris Manis, mereka Pembatik Lakardowo belajar langsung kepada para pembatik senior. Beberapa materi yang dipelajari di sana mulai dari jenis-jenis kain batik yang bagus untuk dipakai, teknik mencanting, bagaimana mengenal karakter Malam untuk canting, jenis-jenis cantingan, teknik isen-isen, jenis-jenis pewarna alam maupun sintetis, teknik mewarna baik itu celup ataupun colet.

Ketua Pembatik Lakardowo, Mustaidah mengaku kunjungan wisata batik kali ini sangat bermanfaat bagi para pembatik lakardowo yang sejak awal dibina oleh PT. PRIA.

"Saya mewakili teman-teman pembatik mengucapkan banyak terimakasih kepada manajemen PT. PRIA yg telah memfasilitasi kegiatan wisata batik kali ini dan sebelum-sebelumnya. Karena kegiatan seperti ini betul2 menambah pengetahuan dan pengalaman bagi kami para pembatik", tukasnya.


Image

Turut serta pula mendampingi rombongan wisata batik kali ini, Direktur PT. PRIA, Hj. Luluk Wara Hidayati, Manager Plant Mujiono dan Direktur Batik JAKA Syaiful Rachmadani.dwi

Berita Populer