Beli Pil Double L Pake Sandi “Buka”

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung –Bayu Zulbakthiar (28) pemilik warung kopi (warkop) di desa Gedangsewu, kecamatan Boyolangu diamankan Satreskoba polres Tulungagung pada Sabtu (12/10/2019) sore.

Warga asli desa Pucanglaban ini ditangkap lantaran kedapatan mengedarkan pil double L sembari menjual kopi.

Tidak ada yang tahu bayu selama ini menjual pil yang termasuk golongan narkotika tersebut. Hal itu dikarenakan untuk bisa membeli pil double L dari Bayu, harus mengetahui kata sandinya.

Adapun kata sandi yang dimaksud adalah “buka”.

Misalnya, jika ada pengunjung yang mengucap, “hari ini apa buka?”

Maka bayu kemudian akan melayani secara khusus.

“Caranya cukup rapi, sehingga tidak semua orang bisa mengakses jualan sampingannya,” terang Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas, Ipda Anwari.

Awalnya polisi mendapat informasi dari salah satu pelanggan warkop, tentang cara Bayu berjualan dobel L. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan membutuhkan 20 hari pengintaian untuk memastikan “kode” penjualan itu.

“Ada petugas yang rutin memantau di warkop tersangka,” sambung Anwari.

Hingga akhirnya pada Sabtu (13/10/2019) petugas yang menyamar curiga dengan tas yang dibawa Bayu.

Polisi kemudian menggeledah tas Bayu dan mendapatkan 93 butir pil dobel L. Dengan barang bukti tersebut, Bayu tidak dapat mengelak saat diamankan petugas.

“Dia langsung kami bawa ke Mapolres Tulungagung untuk dimintai keterangannya,” tutur Anwari.

Bayu mengaku kepada penyidik, sampingan yang ia lakukan tersebut sudah berjalan selama 5 bulan. Awalnya dia adalah pengonsumsi double L. Namun karena banyak pengunjung warkop yang menanyakan pil double L, Bayu kemudian mulai berjualan.

Dia mengaku membeli pil tersebut dari seorang yang berinisial S yang berasal dari Kediri. Untuk setiap 100 butir pil ia beli seharga Rp 100.000 dan kemudian ia jual ulang Rp 100.000 per 50 butir.

Bayu mengaku setiap bulannya ia mampu menjual hingga 500 butir pil double L.

“Kasusnya masih dikembangkan, karena kemungkinan S juga memasok di tempat – tempat lain di Tulungagung,” kata Anwari.