•   Minggu, 5 April 2020
Agrobisnis

Belimbing Madu, Salah Satu Buah Andalan di Wonosalam Jombang

( words)
Panen Brlimbing jenis madu di Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Wonosalam, Jombang. (SP/M. Yusuf)


SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Kecamatan Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, terkenal sebagai daerah penghasil buah durian. Namun selain buah durian, di Wonosalam terdapat berbagai buah-buahan yang dihasilkan dari kebun warga setempat. Salah satunya yakni Belimbing Madu, Jumat (21/2/2020).

Belimbing madu menjadi salah satu andalan varietas buah-buahan yang dihasilkan di Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam. Imam Khoiril (29), warga Dusun Mendiro, Desa Panglungan merupakan petani belimbing madu.


Image

Disela-sela kesibukannya memetik belimbing madu di kebun miliknya, Imam mengatakan, bahwa saat ini memang memasuki musim panen. Di tengah-tengah musim penghujan saat ini apabila tidak segera dipanen, maka buah yang memiliki nama latin Averrhoa Carambola ini rasa manisnya akan hilang.

"Soalnya banyak airnya. Seandainya tetap dibiarkan, maka akan berdampak pada kualitas belimbing, kadar air bakal bertambah. Jadi panennya sekarang harus lebih cepat, kalau terlalu banyak air rasa manis agak berkurang,’’ katanya, kepada Surabayapagi.com di kebunnya.

Pada saat musim panen ini, selain daunnya yang tumbuh lebat, buahnya pun terlihat bergerombol. Sekali panen, jelas laki-laki yang akrab dipanggil Iril ini, biasanya mendapat belimbing sebanyak satu ton.

"Belimbing ini dibagi dua, ada yang kelas A dan ada yang kelas B. Untuk kelas A, satu kilogram biasanya isi dua buah, sedangkan kelas B, satu kilo isinya antara empat sampai lima buah,’’ jelasnya.

Imam mengungkapkan, untuk harga pun berbeda. Untuk kelas A, harga belimbing madu per kilonya dibandrol Rp 10 ribu. Dan untuk kelas B, per kilonya dibandrol Rp 8000. Hal itu memang sesuai dengan bentuk dan kualitas belimbingnya.

Untuk perawatan, Iril menegaskan, bahwa dirinya waspada dengan serangan hama. Hama yang paling sering menyerang belimbing miliknya yaitu lalat buah.
Maka dari itu, dirinya membungkus belimbing dengan palstik.

’’Jadi fungsinya dibungkus plastik ini untuk melindungi dagingnya agar tidak disengat lalat buah. Selain itu, kita juga pasang botol, yang didalamnya kita kasih obat untuk mengalihkan perhatian lalat. Botol kita taruh agak jauh,’’ tegasnya.

Untuk itu, lanjut Iril, petani harus siaga jika tak ingin belimbing terserang lalat. Selain memberi perlindungan pada buah, kita juga melakukan variasi agar buah tetap terlindungi.

Untuk penjualan, selama ini belimbing miliknya sementara dijual di wilayah setempat. Sudah ada tengkulak yang mengambil. "Sudah ada kerjasama antara petani dengan pengepul pasar tradisional di dekat desa. Sebagian kita jual ecer ke masyarakat,’’ pungkasnya.(suf)

Berita Populer