•   Sabtu, 14 Desember 2019
Gas Dan Bumi

Belum Terjamah, Minyak Bumi Indonesia Harus Segera Dimanfaatkan

( words)
Ilustrasi kilang minyak bumi SP/dw


SURABAYAPAGI.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IgnasiusJonan meminta kegiatan eksplorasi atau pencarian sumber cadangan minyak dan gas atau migas baru di tanah air lebih digenjot. Salah satunya dengan cara meminta komitmen eksplorasi kepada kontraktor migas yang hendak diberikan perpanjangan kontrak.

“Sekarang sudah terkumpul US$ 2,5 miliar (kontrak), ini bisa digunakan mulai tahun ini,” kata JOnan usai menghadiri acara konferensi Indonesian Petroleum Association (IPA) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Selain itu, Menurut Sekjen Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto, hingga saat ini, baru 50 persen atau separuh persediaan minyak yang dikandung bumi Indonesia yang dimanfaatkan.

Menurut dia, Komitmen Kerja Pasti, telah dimulai sejak Juli 2018 lalu. Dana Komitmen Kerja Pasti itu berasal dari kontraktor sebagai investasi mereka selama lima tahun yang akan digunakan untuk meningkatkan produksi dan eksplorasi cekungan-cekungan baru. Karenanya, dia berharap dana KKP yang telah terkumpul tersebut bisa secepatnya digunakan untuk eksplorasi migas.

Akhir Agustus lalu, Pemerintah dan DPR telah menetapkan target produksi minyak gas siap jual‎ (lifting) pada 2020 sebesar 775 ribu barel per hari (bph) dan gas sebesar 1,19 juta barel setara minyak per hari.

Guna menaikkan produksi minyak, Djoko juga mengusulkan, perlunya percepatan pelaksanaan Enhance Oil Recovery (EOR). "Enhance Oil Recovery (EOR) merupakan teknologi yang dapat meningkatkan produksi dan lifting minyak yang ada. Teknologi ini harus segera digunakan, sebab saat ini lifting minyak baru mencapai setengahnya," ungkap mantan pimpinan di BPH Migas itu.

Ia mencontohkan, EOR Tanjung yang sempat diragukan, dalam kurun waktu 8 bulan sudah menunjukkan hasil yang signifikan. Meski begitu, lanjut Djoko, teknologi EOR yang menggunakan injeksi bahan kimia, juga harus diperhatikan penggunaannya.

“Injeksi bahan kimia untuk EOR ini juga harus diperhatikan," kata dia. Djoko mengusulkan, sebaiknya bahan-bahannya produksi dalam negeri saja.

Berita Populer