•   Minggu, 8 Desember 2019
Surabaya

Beras Mahal, Warga Menjerit

( words)
Pedagang di Pasar Tradisional Wonokromo mengeluh kualitas beras yang memburuk dengan harga tinggi, Selasa (16/1). Foto SP/Julian


SURABAYAPAGI.com, Surabaya– Warga dan pedagang beras di sejumlah pasar di Surabaya mengeluhkan kualitas beras pasokan Bulog yang kian memburuk. Terlebih lagi, harga jual yang tinggi.
Harga beras sejak 2 minggu terakhir ini mengalami kenaikan yang signifikan. Seperti di Pasar Tradisional Wonokromo, beras kualitas medium dijual Rp.12.000 per kilonya. Sementara beras kualitas premium dijual Rp.13.500 per kilo dan beras pasokan bulog dijual Rp. 9.350 per kilonya.
Aminah, salah satu konsumen mengaku, tingginya harga beras ini telah berlangsung sejak 2 minggu lalu. Ia mengaku keberatan dengan tingginya harga beras tanpa di imbangi dengan kualitas yang baik. “Selain harga tinggi, kualitas berasnya pun tak sebagus biasanya,” ungkap Aminah saat ditemui Surabaya Pagi, kemarin.
Agar tetap dapat dikonsumsi, konsumen terkadang menyiasati-nya dengan mencampur beras medium dan beras premium. “Namun tetap saja kualitasnya tak enak di makan. Warnanya juga agak kehitaman, sehingga terpaksa membeli beras yang kualitas bagus, meski mahal,” katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang beras eceran di kawasan pasar Wonokromo, Bakhroni mengakui, bahwa selama ini beras pasokan Bulog yang dijualnya ke konsumen harganya naik. “Harganya tinggi Rp 9.350,perkilo. Namun kualitasnya masih sangat buruk. Beras berwarna hitam dan banyak gabahnya. Konsumen jarang membelinya,” ungkap Bakhroni.
Ia berharap, kualitas beras pasokan bulog bisa lebih baik lagi agar dapat bersaing di pasaran. Untuk solusi terdekat, pemerintah harus menggelar operasi pasar. “Kenaikan harga ini di imbangi dengan kualitas yang baik agar masyarakat tak mengeluh keberatan,” pungkasnya.

Berita Populer