•   Minggu, 15 September 2019
Ekonomi Global

Berencana Melatih Kembali Para Karyawannya

( words)
Ilustrasi perusahaan Amazon SP/MnyS


SURABAYAPAGI.com - Amazon akan melakukan rencana besar dalam peningkatan peforma pegawainya. Dengan anggaran sebesar $700 juta dalam kurun waktu 6 tahun kedepan akan menjadi pengeluaran besar bagi Amazon dalam meningkatkan kompetensi sepertiga dari seluruh karyawannya akibat pesatnya perkembangan teknologi akhir akhir ini. Mereka dilatih kembali agar semakin beradaptasi dengan system otomasi dan teknologi yang sedang berkembang.

Pelatihan ini bersifat sukarela, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan tetapi tetap mengacu pada inisiatif yang Amazon berikan. Konsepnya adalah membantu karyawan Amazon menjadi lebih produktif dan bahkan menempati posisi yang lebih baik dalam karirnya, progam ini tersedia hingga untuk 100.000 karyawannya pada tahun 2025

Amazon menyebut rencana "Upskilling 2025." Pekerja dapat menggunakan pelatihan untuk berpindah antar posisi yang ada. jika tanpa pelatihan, mereka mungkin tidak akan memenuhi syarat yang diperlukan.

Sebagai contoh, pekerja gudang di pusat-pusat pemenuhan dapat dilatih untuk peran teknis di bidang TI dan pekerja non-teknis dapat dilatih kembali sebagai insinyur perangkat lunak, bahkan jika mereka memiliki latar belakang teknis yang terbatas mereka mampu melakukan itu.

Inisiatif pelatihan lainnya, Amazon Apprenticeship, menawarkan pelatihan kelas intensif berbayar dan magang di dalam perusahaan. Amazon juga menekankan bisnis cloud yang sedang tumbuh dengan program pelatihan yang membantu karyawan beroperasi dalam bisnis teknologi yang sedang booming.

Dilansir dari CNNinternational pada jumat (12/7) "Sementara banyak dari karyawan kami ingin membangun karir mereka di sini, bagi yang lain mungkin merupakan batu loncatan untuk berbagai aspirasi," kata Beth Galetti, kepala SDM Amazon, dalam pernyataan yang disiapkan. "Kami pikir penting untuk berinvestasi pada karyawan kami, dan membantu mereka mendapatkan keterampilan baru dan menciptakan lebih banyak opsi profesional untuk diri mereka sendiri."

Inisiatif Amazon muncul ketika robot dan kecerdasan buatan semakin maju dan lebih mampu menggantikan pekerjaan manusia.

Mesin diperkirakan akan menggantikan sekitar 20 juta pekerjaan manufaktur di seluruh dunia selama dekade berikutnya, menurut laporan baru-baru ini dari Oxford Economics, sebuah peramalan global dan perusahaan analisis kuantitatif. Itu berjumlah 8,5% dari tenaga kerja manufaktur global yang digantikan oleh robot.

Amazon juga memperjuangkan karyawan di salah satu pasar tenaga kerja paling ketat. Upskilling 2025 dapat membantu menarik lebih banyak karyawan karena peluang di masa depan mereka mungkin belum memenuhi syarat sebelumnya. Pelatihan ini juga membantu Amazon mempertahankan para pekerjanya.

Berita Populer