•   Senin, 24 Februari 2020
Gas Dan Bumi

Berhasil Capai Target Produksi Semsester I-2019, Pertamina Gendutkan Anggaran Belanja

( words)
Petugas mengontrol kilang minyak SP/Dn


SURABAYAPAGI.com - Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP, hingga semester I/2019 mencatatkan produksi minyak dan gas masing-masing 82.300 barel per hari (bph) dan 968 MMSCFD. Capaian itu masing-masing hampir 99% dari target sebesar 83.000 bph untuk minyak dan 970 MMSCFD untuk gas.

"Dari sisi produksi dan operasional kita masih on the trac. Kita mau mengejar di semester II agar lebih baik lagi," ujar Production & Operation Director Pertamina EP Chalid Said Salim di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, baru-baru ini.

Chalid mengatakan, untuk gas sebetulnya produksi bisa mencapai target. Namun, jelas dia, pada bulan April, di unit bisnis Pertamina EP Asset 3 ada beberapa perusahaan yang tidak menyerap gas yang diproduksi Pertamina EP. "Jadi kita harus menurunkan produksi. Sebenarnya kalau itu terealisir realisasi produksi gas bisa 100%," tuturnya.

Untuk minyak peningkatannya sekitar 8,3% dibanding periode yang sama tahun lalu sementara untuk gas justru turun dari sebelumnya 1.000 MMSCFD menjadi 968 MMSCFD. “Du Sumatera Selatan ada satu struktur yang diturunkan untuk memanage produksi, turun sekitar 50 MMSCFD,” tambah Chalid.

Adapun target tahun 2019 ini, Pertamina EP menargetkan produksi minyak sebesar 85.000 bph. Salah satunya, Pertamina EP bakal menambah 103 sumur baru di mana 43 di antaranya telah terealisasi di semester I 2019.

Chalid optimis bisa merealisasikan target tahun ini karena masih ada beberapa proyek yang akan dikerjakan di semester II-2019. Selain itu, pihaknya juga terus mengupayakan agar sumur eksisting tetap memproduksi minyak dan gas secara optimal dengan terus menekan penurunan produksi dari sumur eksistng.

Oleh ketercapaian targetnya, Pertamina akan menggendutkan belanja modal senilai US$ 670 juta. Sebelumnya PT. Pertamina EP, telah memberikan modal sebesar US$ 557 juta.

Direktur Operasi Pertamina EP Chalid Said Salim menjelaskan pihaknya bakal menggunakan dana itu untuk peningkatan inovasi berupa production enhancement di sumur eksisting. “Untuk pemboran dan proyek tapi utamanya,” katanya pada Kamis (11/7).

Berita Populer