•   Minggu, 29 Maret 2020
UKM & UMKM

Berikan Layanan Gratis bagi yang Tak Mampu

( words)
Setiawan Budi, pemilik jasa peti mati dan siupan Gloria.


Pemakaman merupakan peristiwa yang tidak dapat diulang. Kehilangan secara mendadak membuat emosional seseorang sebagai manusia tidak terkendali, sehingga biasanya kita membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus beberapa keperluan mendadak yang di rasa cukup penting. Maka tidak sedikit yang meminta bantuan dari usaha jasa peti mati.

Wartawan SurabayaPagi, Byta & Indra

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Tidak sedikit usaha jasa pelayanan jasa peti mati dan siupan berkembang di Surabaya. Seperti usaha jasa peti mati dan siupan Gloria Surabaya di Jl. Raya Demak 154-156 Surabaya.

Jasa pelayanan ini sudah berdiri sejak tahun 1999 dengan pendiri Ong Irnawati. Sejak berdiri, usaha ini dirintis dengan banyak tantangan. Memiliki latar belakang sebagai ibu rumah tangga, Ong Irnawati merintis usaha jasa peti mati melalui usaha perkayuan dari sang suami. Saat ini usaha tersebut tengah diteruskan oleh putranya, Setiawan Budi.

Usaha turun-temurun ini sekarang bergerak lebih dinamis dengan begitu banyak pelayanan yang disediakan seperti perlengkapan peti mati jenazah, perabuan, pelarungan, pemakaman, pengurusan surat izin, surat akte kematian, pengiriman peti dan jenazah ke luar kota, luar pulau, dan luar negeri, menyediakan pemimpin upacara kematian (pendeta, suhu, modin), pengurusan pemindahan makam, dokumentasi, iklan duka, serta penyediaan mobil ambulance. Usaha jasa ini terbuka selama 24jam. Jadi para pengunjung dan pelanggan tidak perlu kawatir bila mendapat kabar duka secara mendadak pada malam hari.

Setiawan saat ditemui SurabayaPagi mengatakan, bila berbicara tentang usaha peti mati, maka yang muncul dibenak setiap orang tentu saja ialah melayani jasa kepada keluarga yang tengah dirundung duka. “Kita kemudian mengkonsep dalam bentuk pelayanan, hal ini untuk membantu mempermudah prosesi upacara kematian dengan pelayanan yang kami punya," tuturnya.

Peti mati dan siupan ini bekerja sama dengan supplier yang berasal dari kota Surabaya, Jepara, hingga Jakarta. Peti mati yang sudah datang kemudian diplitur oleh pihak Gloria dan disesuaikan dengan keinginan pelanggan.


Image

Para pemesan peti mati ini juga tidak hanya dari keturunan etnis Tionghoa saja namun juga dari Jawa, Bali, dan lain sebagainya.

“Pemesan yang sudah pasti biasanya dari agama Budha, Konghucu, Kristen, Khatolik, tapi kadang juga ada dari agama Hindu. Jadi ya beragam begitu, kalo Konghucu ya kita juga ikut menunggu untuk mencari tanggal atau hari baik untuk dimakamkan atau dikremasi," tambahnya.

Usaha jasa peti mati Gloria ini juga memberikan peti mati secara gratis kepada keluarga yang dinilai tidak mampu. Hal ini merupakan rangkaian bentuk pelayanan yang sudah menjadi kebiasaan bagi pihak Gloria.

"Karena sudah pasti kami ini di bidang usaha jasa, jadi kami melayani semua kalangan. Bila ada keluarga yang tidak mampu silahkan datang, kami pasti akan melayani. Tersedia juga peti mati secari gratis kepada mereka yang tidak mampu" tambah Setiawan.

Senada, Ario Karijanto selaku owner Ario peti matijuga seringkali memberikan gratis peti mati untuk masyarakat yang memintanya.

"Awalnya kita berikan dengan banyak syarat seperti surat tidak mampu dan lainnya. Tapi setelah dipikir, untuk membuat surat tersebut juga butuh waktu. Ya, akhirnya sekarang kita berikan saja. Kalau memang mereka merasa tidak mampu. Meski kita sendiri tidak mengetahui secara pasti mereka benar-benar tidak mampu atau hanya mengaku-ngaku saja," ungkapnya.

Hal yang sama juga diutarakan Tiara Funeral Professional juga punya program donasi sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR). Pendiri Tiara Funeral Profesional, Irwan Kurniawan, yang diwakilkan oleh Udin salah satu tim operasional mengatakan, ada program donasi bagi masyarakat yang tidak mampu.

"Tiara siap membantu siapa saja yang membutuhkan pelayanan peti dan jasa kematian, termasuk bagi keluarga duka yang tidak mampu tetap dilayani bebas biaya setiap saat, dan syaratnya pun tidak ribet. Cukup datang kekantor dan kami bantu layani," jelasnya.

Ia mengatakan, memang sejak awal komitmen untuk membantu dalam kematian khususnya bagi keluarga duka yang tidak mampu karena kalau tidak dibantu tentunya siapa lagi yang bantu. "Tidak ada yang menghendaki kesusahan dalam kedukaan," katanya.

Pihaknya juga terbuka untuk bekerja sama dengan dinas sosial, gereja dalam pelayanan paket khusus gereja dan yayasan lainnya.

"Selama ini yang bekerja sama dengan paket Tiara merasa puas dengan layanan Tiara dan tentunya Tiara masih terus memperbaiki dan meningkatkan pelayananya," terang Udin.

Tiara sendiri memiliki beberapa jenis peti yang dijual di antaranya peti ukir atau peti impor seperti gaya Eropa, Peti 8 Dewa dan Peti Siupan. Untuk proses produksi juga dilakukan sendiri. Sementara untuk bahannya menyesuaikan atau sesuai pesanan. Mulai kayu biasa hingga kayu jati.

Dalam sebulan, penjualan bisa mencapai 60 peti. Tiara tidak hanya menjual peti saja tetapi rangkaian bunga, perlengkapan ibadah dan dekorasi termasuk cathering. Harganya sendiri Variatif, mulai Rp 1 jutaan hingga puluhan juta.

Untuk jangkauannya ada di Jatim khususnya Surabaya. Pelanggan paling banyak ada di Surabaya. Selain menjual peti, juga melayani menjemput jenazah ke rumah duka, sampai ke pemakaman tergantung permintaan.indra

Berita Populer