•   Jumat, 6 Desember 2019
Peristiwa Internasional

Berpotensi Bikin Gaduh, 1.800 Akun Propaganda Palsu Diblokir Facebook

( words)
Ilustrasi Facebook SP/Kmps


SURABAYAPAGI.com - PerusahaanFacebook dilaporkan telah menghapus lebih dari 1.800Akun dan laman dari Thailand, Rusia, Ukraina dan Honduras. Langkah tersebut dilakukan guna melawan propaganda politik dan penyalahgunaan layanannya untuk penipuan.

Dari empat negara, secara rinci terdapat 294Akun, 1.509 laman dan 32 grup yang dihapus karena dinilai berperilaku "tidak otentik yang terkoordinasi". Sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (25/7),Facebook mengklaim mereka memiliki lebih dari 274 ribu pengikut kolektif.

Hingga kini,Facebook telah menindakAkun-Akun sejenis secara global pasca mendapat kecaman dari pemerintah dan kelompok hak asasi manusia di seluruh dunia. Hal itu karena perusahaan tidak mengembangkan sistem dan alat yang mumpuni untuk memerangi konten ekstremis dan propaganda.

Facebook melakukan langkah tersebut secara global setelah pemerintah dan organisasi disejumlah negara menekan perusahaan karena tidak bereaksi secara cepat dalam memberantas konten extrimisme dan aksi propaganda.

"Kami tidak melihat adanya hubungan di antaranya, tetapi mereka mengunakan akun palsu yang menyesatkan masyarakat," ungkap Kepala Keamanan Siber Facebool Nathaniel Gleicher, Kamis (27/05/2019).

Dia menambahkan Facebook mengambil langkah tersebut berdasarkan perilaku yang menipu, bukan berdasarkan konten yang diunggah.

Menurutnya, akun yang dihapus di Thailand mengunakan identitas palsu untuk mempromosikan narasi negatif soal politik di Thailand, hubungan China dan AS, protes di Hong Kong dan kritik dari aktivis demokrasi di Thailand.

"Kami dapat menemukan bahwa sejumlah kegiatan dari jaringan ini terkait dengan satu individu di Thailand yang terasosiasi dengan New Eastern Outlook, jurnal yang disokong pemerintah rusia," ujar Gleicher.

Sementara itu, akun dan halaman dari Rusia dan Ukraina yang memuat diskusi serta kritik bagi pemerintah Ukraina mengunakan akun palsu dengan status pemilik sebagai jurnalis dan militer ikut dihapus satu minggu sebelum pemilihan umum di Ukraina.

Berbeda di Honduras, Facebook mengatakan pihaknya menghapus akun palsu yang mengunggah konten positif terkait dengan presiden di negara ini. Setelah penelitian lebih lanjut, akun tersebut terkait dengan seseorang yang menjalankan kegiatan sosial media bagi pemerintah Honduras.

Selama 2019, Facebook telah 36 kali menghapus akun provokatif semacam ini secara global, jumlahnya meningkat dibandingkan 24 kali pada 2018.

Berita Populer