•   Sabtu, 14 Desember 2019
Ekonomi China

Besok China Umumkan PDB, Ini Perkirannya

( words)
Suasana pusat perbelanjaan di China SP/Cn


SURABAYAPAGI.com – Kondisi ekonomi China saat ini masih melemah akibat adanya engketa dagang antara China dan AS yang tak kunjung usai meski telah melewati berbagai jalan namun masih menuai kebuntuan seiring dengan stagnan-nya permintaan domestic.

Melihat itu, ekonomi China diprediksi akan terus melemah. Berdasarkan survei, di kuartal III 2019 ini PDB China diprediksi hanya berada di angka 6,0%. Angka itu turun dari 6,2% di kuartal II 2019.

Hasil ini merupakan angka kuartalan terburuk sejak 1992 tapi masih sesuai target pemerintah yakni di rentang 6,0-6,5%. Sebelumnya di 2018, ekonomi tirai bambu tumbuh 6,6%.

Selain perang dagang, ada bebrapa hal yang memengaruhi. Pertama, kondisi manufaktur China yang saat ini melempem meski mengalami sedikit perbaikan.

Kedua, ekspor impor yang statistiknya semakin terjun. Disini China harus mencermati kontribusi pertumbuhan dari ekspor bersih (net export).

Sementara itu, Pemerintah China juga tengah berupaya untuk mendorong belanja rumah tangga dan konsumsi untuk mendorong penyeimbangan kembali ekonomi dari ketergantungan pada investasi dan ekspor.

Sebenarnya China sudah melakukan sejumlah cara untuk mendukung ekonomi, dengan insentif pajak dan pemangkasan suku bunga. Bahkan pengetatan investasi asing juga dilakukan di pasar modal.

Tapi upaya itu belum cukup untuk menekan pelemahan permintaan rumah tangga. Konflik perdagangan dengan AS dan konsumsi domestik juga membuat IMF merevisi pertumbuhan China menjadi 6,1% dari sebelumnya 6,2% pada Selasa (15/10/2019).

Sementara itu, survey Reuters menunjukkan ekonomi China akan melambat ke 6,2% pada 2019 ini. Ekonomi negara itu bahkan akan semakin suram di 2020 dengan estimasi pertumbuhan 5,9%.

Berita Populer