Biaya Membangun Negara selama Lima Tahun Mendatang, Rp24 Ribu Triliunan!

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Membangun negara memang tidak mudah dan tidak murah. Oleh sebab itu, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menunjukkan draf pembiayaan pembangunan nasional yang sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dalam draf tersebut, Bappenas menyebut angka Rp24.214,5 triliunan guna pembiayaan pembangunan nasional.

Terkait hal ini, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Leonard Tampubolon mengungkapkan, perkiraan pembiayaan untuk tujuh program unggulan dalam RPJMN 2020 - 2014 bersumber pula dari belanja kementerian/lembaga, Dana Alokasi Khusus (DAK), pun Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun swasta.

Leonard menambahkan, perkiraan rekapitulasi keperluan pembiayaan RPJMN 2020 - 2024 cuma bisa membiayai program sebanyak 20 persen sampai 25 persen. Dia juga menyarankan kepada kementerian dan lembaga supaya memaksimalkan program-program unggulan yang memakai APBN.

"Menurut petunjuk presiden, pemanfaatan APBN untuk pembangungan wajib tepat sasaran dan memiliki efek yang besar," cetus Leonard di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Leonard lantas merinci, terdapat tujuh program unggulan pembangunan yang bergantung dari APBN. Berikut adalah tujuh rencana pembangunan prioritas utama tersebut.
1. Penyelesaian kawasan pariwisata yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo, dan Wakatobi.
2. Pelatihan dan pendidikan vokasi.
3. Ketiga, pembangunan dan penyelesaian Tol Trans Sumatera.
4. Pembangunan 10 juta sambungan air minum ke rumah.
5. Pembangunan waduk multiguna.
6. Percepatan penurunan angka kematian ibu hamil dan stunting.
7. penguatan mitigasi bencana.