•   Selasa, 12 November 2019
Ekonomi NKRI

Biaya Proyek Infrastruktur Bisa Lebih Murah dengan Teknologi?

( words)
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi proyek kereta bandara, beberapa waktu lalu | FLICKR/Global Media Sharing


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Inovasi dan teknologi dinilai menjadi dua hal yang paling penting dalam pembangunan infrastruktur. Pasalnya, inovasi dan teknologi bisa menciptakan proses pembangunan yang lebih baik, cepat dan hemat. Terkait hal ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan dukungannya terhadap penerapan inovasi dan teknologi dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengungkapkan, penggunaan teknologi secara tepat guna, efektif, murah, dan ramah lingkungan, tetap didorong demi mewujudkanadded value (nilai tambah) dansustainability (berkelanjutan).

"Kebijakan dalam bidang konstruksi dalam negeri mestinya bisa mempengaruhi penerapan teknologi sebagai solusi masalah yang tengah dihadapi. Jadi, pembangunan infrastruktur bisa bergeliat lebih kencang, mudah dan pastinya lebih baik," tutur Syarif di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Syarif menambahkan, trenchless merupakan salah satu teknologi konstruksi yang digadang-gadang bisa memberi sumbangan bagi akselerasi pembangunan. Teknologi trenchless ini, sambungnya, menyatukan teknologi digital jasa konstruksi yang dimanfaatkan guna memasang infrastruktur bawah tanah dengan tidak mempengaruhi bangunan di atasnya.

Menurut Syarif, manfaat dari penerapan teknologi dalam pembangunan infrastruktur antara lain ramah lingkungan, minim dampak sosial, mencegah kecelakaan kerja dan mempersingkat durasi pengerjaan proyek. Dengan begitu, biaya konstruksinya bisa lebih ditekan sekaligus menjamin kualitas proyek.

"Yang jadi masalah saat ini adalah, masyarakat masih melihat teknologi sebagai faktor pengeluaran yang mahal. Mereka hanya tahu kalau teknologi hanya dipakai oleh kontraktor-kontraktor kakap saja. Namun, teknologi ini justru lebih terjangkau kalau dilihat dari sudut pandang investasi jangka panjang," papar Syarif.

Berita Populer