•   Minggu, 29 Maret 2020
Gas Dan Bumi

BMKG: Ini Fenomena Langka di Belahan Bumi Manapun

( words)
Suasana kota Surabaya tampak dari ketinggian dan taman mozaik di kawasan Wiyung Surabaya, Jawa Timur, Senin (24/2/2020). Dengan makin banyaknya taman di Surabaya, juga membuat suhu di Surabaya menurun. Foto: SP/Julian


Suhu Surabaya “Mendadak” Turun 2 Derajat Celsius
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya dalam satu tahun terakhir ini, pernah mengalami puncak suhu paling tinggi, yakni sekitar bulan Oktober-November 2019 lalu, sekitar 35-39 derajat celsius. Bahkan, Surabaya pernah mengalami kulminasi atau hari tanpa bayangan, pada 12 Oktober 2019. Namun, dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), akhir Februari 2020, atau menjelang pertengahan tahun 2020, suhu kota Surabaya diprediksi menurun, bahkan bisa mencapai 22 derajat celsius. Ada faktor apa? Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi, Alqomarudin.

=======

Penurunan suhu di Surabaya disebut BMKG merupakan kejadian langka dan unik. Khususnya di beberapa kota besar di Indonesia.

“Ini sesuatu yang sangat fenomenal dan benar-benar langka apabila kita cari di belahan bumi mana pun,” jelas Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Menurutnya, fenomena ini dikarenakan Surabaya makin banyak ruang terbuka hijau (RTH) yang membuat suhu panas bisa diserap oleh tanaman di RTH. Pasalnya, ia melihat, RTH di kota Surabaya saat ini sangat berkembang ketimbang beberapa tahun yang lalu. Bahkan, kini taman kota semakin tersebar di beberapa sudut kota. Bersambung...
Baca selengkapnya dihttp://epaper.surabayapagi.com/
Temui juga Surabaya Pagi di instagramhttps://www.instagram.com/harian.surabayapagi/?hl=id
Dan juga di facebook Surabaya Pagihttps://www.facebook.com/SurabayaPagi/

Berita Populer