•   Selasa, 22 Oktober 2019
Ekonomi Global

Boeing 737 akan Berhenti Diproduksi, Perusahaan Merugi $3,7 Milliar

( words)
Boeing 737 Max, Sp


SURABAYAPAGI.com – Boeing, mengumpulkan para investornya pada Rabu (24/7) kemarin, untuk menginformasikan kepadda para investor bahwa perusahaan Boeing dalam waktu cepat maupun lambat akan menghentikan semenara produksi Boeing 727 Max,

Kemungkinan tersebut kata Muilenburg CEO Boeing disampaikan sebagai bentuk persiapan. Sebagai informasi Boeing 737 Max sejak pertengahan Maret lalu dilarang terbang.

Larangan tersebut dilakukan terkait insiden kecelakaan fatal yang menimpa dua pesawat jenis tersebut. Boeing sekarang sedang berusaha mengurus sertifikat ke regulator agar bisa terbang lagi di kuartal IV tahun ini.

Ia mengatakan kalau target pemberian sertifikat terbang tersebut ternyata tidak terpenuhi, masalah tersebut bisa membahayakan produksi Boeing. Kondisi tersebut bisa berdampak lebih lanjut terhadap produksi 737 Max.

"Penurunan produksi atau penghentian bukan sesuatu yang ingin kami ingin lakukan, tetapi ini sebuah alternatif yang harus kami persiapkan, perusahaan perlu bersiap untuk itu dan karena itu skenario ini perlu dipersiapkan," katanya seperti dilansir dari CNN.com, Kamis (25/7).

Boeing menyatakan menurunkan atau menghentikan produksi sebenarnya bukan pilihan menyenangkan. Keputusan tersebut bisa menyebabkan kerugian Boeing yang pada kuartal II 2019 mencapai US$3,7 miliar terus meningkat.

Mereka menggambarkan, kalau Boeing memutuskan untuk memperlambat produksi 737 Max, biaya produksi bisa meningkat US$1,7 miliar. Peningkatan biaya produksi tersebut membuat beban yang harus ditanggung Boeing akibat dua kecelakaan 737 Max semakin bertambah.

Pasalnya, di saat Boeing juga harus memberikan kompensasi kepada korban kecelakaan 737 Max.

Berita Populer