•   Senin, 20 Januari 2020
Surabaya

Bonek Hoofdbureau Ajak Bonek tak Away Malang

( words)
Para koordinator bonek beserta manager Persebaya Surabaya menggelar rapat koordinasi guna menentukan sikap dalam pertandingan kedepan. FOTO : SP/FIRMAN.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Inisiatif pesan damai antara kelompok suporter di Indonesia digaungkan kembali, pasca meninggalnya satu suporter persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api beberapa waktu lalu.

Rivalitas suporter Jawa Timur misalnya, antara Aremania dan Bonek Mania tentunya menjadi kesadaran bersama untuk saling meredam tindakan yang tidak terpuji diantara keduanya.

Menanggapi pernyataan manager Arema yang menyediakan kuota suporter lawan pada pertandingan pekan ke 24 yang rencananya digelar Sabtu (6/9) di Kanjuruhan Malang, membuat koordinator bonek memberi pernyataan sikap.

Seperti yang dikatakan Wakasat Intelkam Polrestabes Surabaya, Kompol Edi Hartono yang juga ketua bonek Hoofdbureau. Para koordinator bonek beserta manager Persebaya Surabaya menggelar rapat koordinasi guna menentukan sikap dalam pertandingan kedepan.

"Kami memfasilitasi bonek dan mencoba untuk bertukar pikiran untuk menentukan sikap dalam kegiatan kedepan. Setidaknya ada lima perwakilan kelompok bonek yang datang dan sepakat untuk bersama-sama berbuat lebih baik kedepan. Salah satunya menanggapi pernyataan general manager Arema FC," kata Edi, Kamis (4/10) sore.

Diantara kesepakatan itu, adalah mengapresiasi pernyataan General manager Arema yang menyediakan kuota penonton untuk bonek,namun dengan alasan keamanan dan terlalu singkatnya rentan waktu untuk kedua kelompok suporter bertemu membuat bonek belum dapat memenuhi harapan tersebut. Alasannya, dalam laga amal beberapa waktu lalu,nyanyian rasis masih dikumandangkan oleh Aremania.

"Meski begitu kami menyambut baik itikad yang baik. Tentu bukan mustahil namun juga butuh waktu. Sejujurnya kami semua disini menghargai harapan baik itu," lanjutnya.

Selain itu,pertemuan tersebut juga menghimbau kepada bonek arus bawah untuk tidak memaksa diri untuk berangkat ke Malang.

"Alasan lain adalah dengan pernyataan sikap tersebut dapat diketahui oleh Bonek sehingga tidak memaksakan diri berangkat ke Malang baik secara komunitas maupun individu. Sehingga potensi kejadian seperti di GBLA Bandung dapat di minimalisir oleh aparat keamanan," tandas perwira satu melati itu.

Untuk mengakomodir fanatisme bonek dalam menonton pertandingan derby Jawa Timur itu, Polrestabes Surabaya menyiapkan sejumlah layar lebar di halaman Mapolrestabes Surabaya. fir

Berita Populer