•   Kamis, 21 November 2019
PERISTIWA

BPBD Jatim Tinjau Banjir di Bojonegoro

( words)
Banjir di Bojonegoro


SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Banjir sungai Bengawan Solo di Bojonegoro mendapat perhatian dari Plt Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jawa Timur, Sudarman.

Saat meninjau Bengawan Solo hari ini, Senin (26/2/2018), Sudarman menyatakan telah berkoordinasi dengan Gubernur Jatim untuk mencegah terjadinya banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo.

Rencananya, akan ada pembuatan sudetan dari Lamongan hingga Gresik agar dapat mempercepat rambatan air saat air sungai Bengawan Solo meninggi.

"Untuk mengurangi dan mempercepat rambatan dari Lamongan dan Gresik, kebijakan Pak Gubernur akan melakukan sudetan," ujar Sudarman saat meninjau banjir di Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.

BPBD Jawa Timur bersama dengan Balai Besar Bengawan Solo saat ini juga berupaya untuk mengurangi volume air dengan mengirimkan Pompa Diesel 30 PK sebanyak dua unit, yang ditempatkan di jembatan perbatasan antara Desa Semanding dan Desa Bakalan, Kecamatan Kapas. Pompa-pompa ini sedianya digunakan untuk menyedot luapan air sungai yang menggenangi kedua desa.

Bersama Bupati Suyoto dan Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro, Sudarman juga meninjau sejumlah desa yang kebanjiran di Kecamatan Baureno yang saat ini masih terendam banjir dengan menumpang perahu.

Di lokasi banjir kecamatan Boureno, tim dari BPBD, TNI dan polisi pun bergotong-royong membantu korban banjir dengan membagikan pasokan sembako bagi para korban banjir.

"Kita terus berupaya membantu korban banjir sekuat tenaga, agar para korban banjir ini merasa tetap nyaman dan aman," timpal Kapolres Wahyu S Bintoro di Boureno, Senin (26/2/2018).

Bengawan Solo di Bojonegoro saat ini masih berstatus siaga 1 atau siaga hijau. Hal ini mengakibatkan sejumlah desa di wilayah timur Bojonegoro masih terendam banjir, sedangkan genangan di wilayah barat dilaporkan sudah surut dan warga mulai kembali ke rumah setelah mengungsi. (dtk/cr)

Berita Populer