Cagub Ditahan KPK, Cawagub Optimistis Menang

SURABAYA PAGI, Kendari - Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (cagub Sultra) Asrun telah resmi ditahan penyidik KPK. Asrun ditahan terkait status tersangkanya sebagai penerima suap.

Namun, pasangan Asrun dalam pilkada serentak 2018, Hugua, mengaku tetap optimis menang. Pasangan Asrun -Hugua tersebut diusung PAN, PKS, PDIP, Partai Hanura, dan Partai Gerindra.

"Saya yakin Berkah (Bersama Kita Asrun-Hugua) masih bisa tetap memenangkan Pilgub Sultra," ucap Hugua, Jumat (2/3).

"Mungkin bedanya sekarang saya hanya berorasi seorang diri, dulu ada Pak Asrun," imbuh Hugua.

Sebelum berpasangan dengan Asrun, Hugua merupakan Bupati Wakatobi dua periode. Asrun sebelumnya adalah Wali Kota Kendari dua periode. KPK menjerat Asrun yang diduga memerintahkan anaknya, Adriatma Dwi Putra, meminta suap ke pengusaha yang kerap mendapatkan proyek di Kendari bernama Hasmun Hamzah. Adriatma merupakan Wali Kota Kendari yang menggantikan posisi ayahnya.

Komunikasi yang terjadi dengan Hasmun dilakukan oleh Fatmawati Faqih, mantan Kepala BKSAD Kendari yang juga disebut sebagai orang kepercayaan Asrun. Hasmun pun menyediakan uang Rp 2,8 miliar untuk Adriatma, yang kemudian uang itu dipakai Asrun untuk kepentingan kampanye. Keempatnya pun kini telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. ken