Cerita Erycaz yang Bertahan di Tengah Lockdown China dan Tak Terpapar Coron

SURABAYAPAGI.com, China - Wilayah Wuhan, Provinsi Hubei, China, merupakan tempat asal corona Covid-19, yang pertama kali muncul pada akhir Desember 2019. Waktu itu, penyebaran virus yang masih disebut dengan 2019-nCoV itu begitu cepat.

Hanya dalam satu bulan, jumlah korban yang terinfeksi di China saja tercatat 2,7 ribu orang pada 27 Januari 2020. China memutuskan melakukan penutupan atau lockdown terhadap kota Wuhan.

Banyak kisah perjuangan warga asing yang terjebak di kota itu selama lockdown. Salah satunya pengalaman seorang warga Malaysia bernama Erycaz Lim. Dia bercerita bagaimana rasanya hidup di kota yang ditutup karena wabah Covid-19.

Dilansir dari World of Buzz, gadis yang tinggal di Provinsi Chongqing selama di China ini juga berbagi tips agar tidak tertular saat lockdown diterapkan di Wuhan yang berlangsung selama 40 hari.

Ketahuan ’Keluyuran’ Dipaksa Pulang
Erycaz mengatakan setiap kali orang masuk dan keluar gedung mana pun, suhu tubuh selalu diperiksa dengan teliti. Selain itu, warga tidak boleh ’keluyuran’ kalau tidak untuk kepentingan membeli kebutuhan bahan pokok.

Jika sampai ketahuan keluyuran apalagi bersama beberapa orang oleh petugas yang selalu berpatroli, akan dipaksa untuk pulang balik. Ia menambahkan, masyarakat juga tidak bekerja atau sekolah.

Mereka diwajibkan bekerja atau belajar dari rumah. Hal ini penting agar virus tidak semakin menyebar. Ini cara satu-satunya memutuskan rantai penyebaran Covid-19.
Sebelum Keluar Rumah Erycaz membagikan tips melakukan persiapan sebelum keluar rumah untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Dia belanja sekaligus untuk persediaan selama 1-2 minggu.

Pertama dia akan memakai masker. Pemakaian masker menjadi sebuah kewajiban selamalockdown. Jika ketahuan tidak memakai masker, akan ditangkap oleh petugas patroli.

Kedua, ia selalu membawa hand sanitizer. Kalau sudah kehabisan, Erycaz akan membawa botol kecil berisi alkohol 75 persen atau botol hand sanitizer ukuran kecil.

Jangan Sentuh Wajah
Saat keluar rumah, dia langsung mengoleskan atau menyemprotkan hand sanitizer ke tangan sebelum menyentuh semua benda yang akan dipegangnya. Hal ini penting, terutama bagi mereka yang menggunakan transportasi umum.

Dia juga tidak pernah menyentuh wajah, terutama sekitar mata, hidung, dan mulut selama berada di luar rumah. Jika memang merasa gatal di area-area tersebut, Erycaz akan menyemprotkanhand sanitizer pada tangannya dan menggunakan bagian dalam bajunya untuk menggaruk.

Saat Tiba di Rumah Ketika sudah pulang kembali ke rumah, Erycaz mencuci tangan dengan air dan sabun. Lalu, dia melepaskan masker sebelum membuangnya atau mencucinya kembali untuk digunakan lagi.

Namun setelah memegang masker, Erycaz mencuci tangannya lagi. Ia kemudian melepaskan pakaian dan memasukkannya ke dalam mesin cuci. Dia menggunakan air panas dengan suhu 60 derajat Celcius untuk mencuci pakaiannya.

Setelah itu ia mandi. Erycaz menyemprotkan disinfektan ke semua benda yang dipegangnya selama di luar, mulai dari ponsel, kunci mobil sampai gagang dan slot pintu. Dalam unggahannya, meski agak merepotkan tapi semua itu jadi cara yang mudah, murah dan simpel agar tidak terpapar Covid-19.

Dia berharap semua orang meniru apa yang dilakukannya kalau ingin terhindar dari Covid-19, terutama di wilayah yang penduduk sekitarnya sudah ada yang positif terpapar virus tersebut. "Pencegahan ini bukan hanya tanggung jawab satu orang tapi ini merupakan tanggung jawab semua anggota masyarakat dalam memerangi Covid-19," pungkasnya.(l6/cr-01/dsy)