•   Minggu, 5 April 2020
Ekonomi China

Chenghua, Kaisar Pemesan Mangkuk Bergambar Ayam Jago yang Populer

( words)
Kaisar Chenghua


Napak Tilas Kekaisaran Dalam Dinasti China Kuno (20)
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mangkuk bergambar ayam jago sepertinya sudah melekat dengan siapa saja. Hal itu karena mangkuk ini selalu ditemui di pedagangan kuliner berkuah seperti mie ayam, bakso, dan lainnya. Meski melekat dengan siapa saja, namun, tidak banyak yang mengetahui siapa pencetus gambar ayam jago di sisi mangkuk dan apa artinya.

Perlu diketahui, arti dari gambar ayam jago tersebut tidak digambar sembarangan. Pasalnya, dalam budaya China kuno, ayam jago berjengger merah itu mempunyai perlambang sebagai kelancaran rezeki.


Image

Karena itulah, mangkuk ini biasa digunakan sebagai wadah makanan oleh para pedagang. Tentunya dengan harapan dagangan mereka laris manis serta diberikan kelancaran dan kemudahan rezeki.

Selain itu, awal mula adanya mangkuk ini dimulai dari keinginan Kaisar Chenghua yang memesan 4 buah cawan kepada seorang pengrajin keramik di daerah Jingdezhen. Cawan yang dipesannya itu bergambar ayam jago dan betina.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa Kaisar Chenghua lah yang menjadi pencetus gambar ayam pada mangkok itu. Karena mangkok tersebut sudah ada sejak tahun 1465 dan pada saat itu juga Kaisar Chenghua yang memimpin Dinasti Ming.

Kaisar Chenghua (Hanzi: 成化,1447-1487) adalah kaisar ke-8 dariDinasti Ming yang memerintah tahun1464 sampai 1487. Dia adalah anak sulungKaisar Zhengtong, terlahir dengan nama Zhu Jianjun, setelah ayahnya kembali naik tahta namanya diubah menjadi Zhu Jianshen. Dirinya di dapuk sebagai kaisar sejak usianya menginjak 17 tahun, tepat ketika ayahnya mangkat di tahun 1464 dan dia dia mewarisi tahta kerajaan dan menamai rezimnya Chenghua.

Sebelum mendapatkan kekuasaan itu, Chenghua harus mendekam di penjara bersama ayahnya, sejak kekuasaan berada ditangan pamannya. Kepindahan kekuasaan itu berawal dari hilangnya Kaisar Zhengtong, ayah Chenghua yang ditawan oleh olehMongol dalaminsiden Tumubao. Sehingga Dinasti Ming pada saat itu mengalami kekosongan pemerintah yang membuat pamannya dijadikan kaisar sebagai pengganti Zhengtong. Singkat cerita, Zhengtong bisa merebut kembali kekuasaannya dan mengangkat Chenghua menjadi putera mahkota.

Pada awal pemerintahannya dia menjalankan kebijakan-kebijakan positif seperti menurunkan pajak dan memperkuat kerajaannya, tetapi ini hanya sebentar karena tak lama kemudian kekuasaan pemerintahaan jatuh ke tangan para kasim.

Untuk memperkuat pemerintahannya Chenghua membentuk agen mata-mataXi Chang (melengkapiDong Chang yang telah ada terlebih dulu) yang dikepalai oleh kasim kepercayaannya,Wang Zhi. Organisasi ini mempunyai hak istimewa untuk mengeksekusi siapapun yang mereka anggap sebagai pengkhianat.

Wang memonitor segala kegiatan dan perkataan rakyat, dia banyak menganiaya orang-orang tidak berdosa sehingga orang-orang baik dari dalam maupun luar pemerintahan merasa terteror, kebebasan benar-benar dikebiri pada saat itu.

Selain bergantung pada para kasim, Chenghua juga bergantung padaSelir Wan, wanita yang pernah melayaninya ketika kecil dan beusia dua kali umurnya. Setelah naik tahta, dia masih terobsesi pada Wan yang ketika itu berumur 35 tahun dan menganugerahinya gelar guifei (贵妃)/ selir kelas atas.

Berita Populer