•   Senin, 9 Desember 2019
BisnisUkm

Ciptakan Enterpreneur Handal, Kahmipreneur MoU Dengan Tiga Lembaga

( words)
Kahmipreneur melakukan penandatangan kesepatakan (MoU) dengan tiga lembaga bergengsi bertempat di Batik Kuring Jakarta, Rabu (2/5/2018). (SP/DS)


SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Guna menguatkan kelanjutan program Kahmipreuner yang diluncurkan beberapa waktu lalu, Kahmipreneur melakukan penandatangan kesepatakan (MoU) dengan tiga lembaga bergengsi bertempat di Batik Kuring Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Presidium KAHMI sekaligus pencetus Kahmipreneur, Kamrusammad mengatakan penandatanganan nota kesepahaman dengan tiga lembaga, Lariba Consulting, Yayasan Pesantren Enterpreneur Indonesia serta program OK OCE, dilakukan dengan profesional.

“Ini menandakan pengembangan Kahmipreneur tidak sembarangan," katanya. Selain menciptakan pengusaha baru, dengan adanya MoU ini diharapkan juga menciptakan banyaknya lapangan kerja.

Seperti dengan program OK OCE yang dicetuskan oleh Kahmipreneur, yaitu One Kecamatan One Center Enterpreneurship. Dengan adanya kerjasama ini, maka diharapkan dapat mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat serta mendayagunakan potensi ekonomi daerah melalui Program OK OCE KahmiPreneur.

"Tujuan Perjanjian Kerja Sama ini untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam rangka pengembangan potensi, pelaksanaan program dan kegiatan kewirausahaan di daerah," ujar Kamrusammad .

Sementara, mengenai Yayasan Pesantren Enterpreneur, diharapkan Kamrusammad, dapat menyediakan tempat pelatihan dan menyiapkan kurikulum yang dibutuhkan guna menyiapkan enterpreneur handal. "Kalau disana kan ada fasilitas untuk pelatihan, jadi kami tidak ingin hanya sekedar melepas begitu. Tapi akan kami bimbing dan latih supaya benar-benar menjadi enterpreneur yang maju," tegasnya.

Begitu juga kerjasama yang dilakukan dengan Lariba Consulting, diharapkan bisa ikut membantu mencetak wirausaha - wirausaha unggul yang dapat bersaing. "Jadi mereka kita harapkan bisa menyelenggarakan program pelatihan, yang teknisnya juga disesuaikan dengan kebutuhan yang telah disepakati," tukasnya.

Dengan adanya nota kesepahaman ini, diharapkan bahwa program ini tidak hanya sekedar retorika namun ada pelaksanaannya. Dirinya juga berharap, sudut pandang alumni akan berubah sehingga tidak lagi bergantung dengan orang melainkan menciptakan usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Tidak hanya memajukan diri sendiri tetapi menjadi kebanggan bangsa Indonesia. DS

Berita Populer