•   Sabtu, 14 Desember 2019
Traveling

Curug Gondoriyo, Wisata Air Terjun Bercahaya

( words)
Curug Gondoriyo.


SURABAYAPAGI.com - Berkunjung ke Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang rasanya tak lengkap ketika belum menjelajah sejumlah destinasi yang ada. Salah satu yang patut dikunjungi adalah wisata air terjun malam hari di Curug Gondoriyo. Ya, air terjun yang terbilang baru dikelola dengan baik ini kini menjadi salah satu ikon baru dan memiliki daya tarik sendiri. Tak seperti air terjun di tempat lain, destinasi air terjun ini dibuka saat malam hari.
Terletak di Kelurahan Gondoriyo, Dusun Karang Joho, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, curug ini dibuka mulai pukul 09.00-17.00 WIB dan 19.00-23.00 WIB. Didesain khusus penuh gemerlapan cahaya dengan lampu warna-warni di sekitarnya, Curug Gondoriyo menyajikan pemandangan eksotik saat malam hari.
Jika ingin melihat air terjun bercahaya, pengunjung harus menuruni tangga 200 meter untuk menuju ke lokasi. Namun, sepanjang perjalanan pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan penuh warna warni cahaya dan air terjun yang tak biasa.
Air yang turun dari ketinggian sekitar 20 meter tersebut memunculkan gemerlap cahaya. Dipastikan, tangan pengunjung bakal gatal tak sabar untuk ber-selfie. "Asyik dan menyenangkan," kata salah satu pengunjung bernama Adi Prakosa (26).
Pengunjung yang datang bersama dua temannya dari Demak, Jawa Tengah itu mengaku sengaja datang ke destinasi anyar Semarang ini untuk melepas penat setelah hampir satu minggu bekerja. "Sudah dua kali ke sini buat melepas lelah saja. Asyik melihat air yang terjun itu berganti-ganti warna. Apalagi saya suka foto," ujar Adi.
Air terjun malam Curug Gondoriyo sendiri resmi dibuka pada tanggal 9 Februari 2019 lalu. Sejak itu, antusias pengunjung tak pernah sepi, terutama pada saat libur akhir pekan.
Untuk biaya masuk, terbilang murah, cuma Rp5 ribu untuk tiket masuk, dan parkir Rp2 ribu. Kalau perut mulai lapar juga tak usah khawatir, karena makanan khas Nasi Bleduk ditambah Wedang Sinom siap memanjakan lidah pengunjung.
Arifin, selaku anggota Kelompok Sadar Wisata Gondoriyo menuturkan, pihaknya memang bekerja keras untuk mengembangkan destinasi tersebut. Bersama dengan warga setempat, ia memoles dan memperindah sejumlah fasilitas. "Sebelumnya air terjun ini belum terungkap dan belum tergarap. Maka kami berusaha menghadirkan apa yang menjadi potensi agar menarik wisatawan," katanya.
Selain air terjun, pihaknya juga menghadirkan spot-spot berswafoto yang menarik bagi kalangan muda. Seperti jembatan comblang dengan hiasan atapnya berupa payung warna-warni. Di sini pengunjung juga bisa bersantai bersama keluarga di gubuk patemon.
"Juga bisa berendam di air pemandian Kali Anyes, yang airnya tidak bakal mati walaupun musim kemarau," ujar dia.
Penuh Misteri
Selain keindahan fisik, Arifin menyebut Curug Gondoriyo juga menyimpan nilai historis yang kental. Salah satunya keberadaan situs Kayu Jati dengan panjang 25 meter yang berfungsi sebagai pengairan sawah sejak dahulu. Warga setempat menyebutnya Talang Londho. Arifin juga menunjukan batu tumpang. Meski batu-batu itu bertumpuk, namun tak pernah jatuh.
"Di sisi curug juga ada gua dengan kedalaman 2,5 meter dengan lebar kira-kira 3 meter. Konon di dalamnya ada tempat lebar seperti tempat pertapaan, dan ada arca berbentuk manusia," ujar dia.
Hal senada diungkapkan warga sekitar air terjun bernama Bagong (23). Dia mempercayai bahwa lorong gua tersebut terhubung dengan terowongan gua di tempat lain. "Saya diberi tahu oleh mbah-mbah terdahulu. Katanya juga pernah ditemukan arca angsa emas murni, yang tidak sembarangan orang bisa melihatnya. Masih banyak lagi arca-arca di dalamnya," tutur dia.

Berita Populer