•   Senin, 18 November 2019
Peristiwa Nusantara

Dapat penghargaan, Kota Blitar Tetap Galakkan Kampung Iklim

( words)
Plt Walikota dan juga Wawali Kota Blitar Santoso buka sosialisasi kampung iklim


SURABAYAPAGI.com, Kota Blitar - Diraihnya penghargaan kampung iklim utama dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI oleh Kota Blitar pada tahun 2018 tidak membuat Kota Blitar berpuas diri. Guna memberikan pengertian tentang aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, Pemerintah Kota Blitar menyelenggarakan Sosialisasi Kampung Iklim di Balaikota Koesoemo Wicitra, Senin (25/2).
Pemerintah Kota Blitar mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Selain camat dan lurah, kegiatan ini juga diikuti oleh Pengurus Bank Sampah, Kelompok Peduli Lingkungan, Kelompok Wanita Tani, dan Tokoh masyarakat. Mereka mendapatkan materi dari pokja perubahan iklim.
Pada tahun 2018 Kota Blitar mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Pemerintah pusat. Setelah melalui tahapan-demi tahapan penilaian, dan yang terakhir setelah diverifikasi penilaian proklim oleh tim verifikator nominasi proklim dari Dirjen Pengendalian Dampak Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Kelurahan Karangsari ditetapkan sebagai kampung iklim tingkat utama oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dengan ditetapkan sebagai kampung iklim tingkat utama, berarti kelurahan karangsari berada di tingkat yang tinggi di atas tingkat pratama dan madya.
Plt. Wali Kota Blitar, Santoso menyatakan bahwa belajar dari kesuksesan Kelurahan Karangsari dalam meraih penghargaan kampung iklim, kuncinya adalah peduli dan sinergi. “Mewujudkan kampung iklim butuh kepedulian dan sinergitas baik dari pengurus bank sampah, kelompok peduli lingkungan, kelompok wanita tani, pengelola IPAL, dan seluruh elemen masyarakat. termasuk secara khusus memberikan ruang yang luas bagi kaum perempuan khususnya ibu – ibu untuk terlibat secara aktif”, kata Santoso yang juga Wawali Kota Blitar. Ditambahkan dia, seluruh peserta perlu ikut aktif berperan serta dalam menyukseskan program dan kegiatan kampung iklim ini.
Dijelaskan Santoso, salah satu alasan utama kenapa program kampung iklim ini harus digalakkan adalah agar generasi saat dan generasi mendatang dapat melihat bahkan merasakan secara langsung betapa pentingnya lingkungan bagi kehidupan. “ Mari kita semua peduli untuk ikut menjaga dan melestarikan sumber kekayaan alam ini agar tetap mampu dinikmati anak dan cucu kita kelak”, tambahnya.
Program kampung iklim (proklim) adalah program dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca erta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.
Pelaksanaan proklim mengacu pada peraturan menteri lingkungan hidup dan ehutanan nomor 84 tahun 2016 tentang program kampung iklim, dimana di dalamnya terkandung komponen utama, syarat pengusulan, penilaian dan kategori proklim. dalam peraturan menteri tersebut juga disinggung bahwa proklim dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah administratif paling rendah setingkat rw atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan.
Pejabat ramah ini menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti pada acara sosialisasi seperti ini saja. akan tetapi, justru pada hari inilah kita secara konkrit berkomitmen untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kota Blitar. “Kita harus bekerjasama dengan semangat untuk melakukan perlindungan terhadap lingkungan hidup. dengan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan yang telah kita miliki selama ini, insya alloh program dan kegiatan ini akan berjalan dengan lancar dan sukses”, pungkasnya. humas/les/adv

Berita Populer