Datangi KPK, Diam-Diam Erick Thohir Minta Garuda Indonesia Diobok-Obok

Suasana lapangan lepas landas. SP/CNN

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ingin perbaiki kasus Garuda Indonesia, Bos BUMN diam-diam sowan ke KPK minta bantuan obok-obok Si Burung Biru ini.

Tidak hanya masalah Garuda Indonesia saja, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMNErick Thohir yang mendatangi KPK secara diam-diam ini juga membahas berbagai hal. Namun, dalam hal ini masalah si Burung Biru terlihat begitu center.

Terkait dengan kasus Garuda Indonesia Erick Thohir menegaskan akan memperbaiki seluruh pengelolaan di Garuda Indonesia. Dirinya juga menyebut ada problem hukum yang harus segera diselesaikan di perusahaan berpelat merah itu.

Seperti yang diketahui, Garuda Indonesia saat ini sedang mengalami masalah keuangan, yakni mencatatkan utang sebesar Rp 7 triliun.

"Karena mengenai kasus Garuda, memang Garuda sendiri dengan kondisi ekonomi yang seperti ini, mau tidak mau, Garuda harus diperbaiki, tetapi problemnya di Garuda itu ada kasus hukum " ujar Erick Thohir.

Erick Thohir mengatakan sedang melakukan negosiasi kepada pihak bersangkutan terkait besarnya utang dari Garuda Indonesia. Dikatakannya negosiasi utang akan mudah dilakukan andai tidak adanya kasus korupsi.

"Tentu dalam kita menegosiasi utang ada dua, utang yang benar-benar dilakukan secara baik, sama utang yang fraud yang ada korupsi itu berbeda negosiasinya," jelas Erick Thohir.

Selain membahas soal Garuda Indonesia, kedatangan Erick Thohir ke KPK juga membicarakan program Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN). Dirinya meminta supaya KPK bisa memberikan pendampingan terhadap program tersebut.

"Itu kalau kemarin memang yang utama kita PEN (Penyelamatan Ekonomi Nasional), karena kan PEN ini banyak juga yang ke BUMN dan memang bukan ke KPK saja, ke Kejaksaan juga kita sampaikan " kata Erick Thohir.

Ngaku Banyak yang Berusaha Menjegalnya di BUMN. Sebelumnya, Erick Thohir mengungkapkan banyak upaya untuk memberi stigma buruk pada dirinya.

Diketahui Erick Thohir berupaya merampingkan BUMN dan perusahaan yang bernaung di bawahnya. Langkahnya yang kontroversial tersebut kemudian menuai sorotan publik. Erick mengaku ada beberapa pihak yang berusaha menjatuhkan sepak terjangnya di BUMN