•   Sabtu, 14 Desember 2019
Ekonomi NKRI

Demi Gaet Investor Jepang, Begini Taktik BKPM

( words)
Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Investasi BKPM. SP/bkm


SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah melakukan taktik untuk mencuri hati investor terutama investor asal Jepang untuk percaya menanamkan modalnya ke Indonesia.

Taktik yang diambil yakni pertemuan antara kedua belah pihak. BKPM menggelar pertemuan dengan Direktur Eksekutif Japan Indonesia Association (Japinda) Norio Yamazaki, di Tokyo, Jepang.

Taktik tersebut diluncurkan mengingat, Jepang merupakan investor nomor dua terbesar di Indonesia. Disamping itu, Jepang ternyata juga sempat sakit hati.

Rizal mengatakan, Kepala BKPM sudah menangkap kekecewaan Jepang. Sebab itu, Bahlil langsung mengundang Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Senin 11 November 2019 lalu di Kantor BKPM di Jakarta.

Tak hanya itu, Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Investasi ke Jepang kemudian bertolak ke Jepang, menemui sejumlah pihak terkait, utamanya para pelaku usaha. Rizal mengatakan, Kepala BKPM serius mengembalikan kepercayaan Jepang di Tanah Air.

“Pesan Kepala BKPM, bahwa Indonesia sangat serius mengembalikan kepercayaan Jepang. Itu yang kami sampaikan tadi ke perwakilan para pengusaha disini,” ucap Rizal.

Para investor Jepang berharap agar Kepala BKPM segera berkunjung ke Jepang. “Para investor ingin sekali mendengarkan langsung terobosan-terobosan Kepala BKPM baru.

Mereka melihat ada harapan baru sebab kebijakan Kepala BKPM yang paling ditunggu adalah memperbaiki iklim investasi domestik. Kembali ke Indonesia, salah satu aspirasi investor ini akan saya sampaikan nanti ke beliau,” tuturnya.

Pemerintah akan mempercepat beberapa proyek investasi atau pinjaman secara B to B di kedua negara (Jepang dan Indonesia).

“Ada ratusan juta USD yang Jepang disiapkan untuk masuk ke Indonesia dalam waktu dekat bila kita cukup cepat menindaklanjuti. Ini cuma komitmen awal. Untuk Indonesia, Jepang siap masuk berinvestasi lebih besar lagi baik untuk skala korporasi maupun SME (Small Medium Entreprise),” ucapnya.

Permintaan Kepala BKPM ini merupakan kelanjutan dari hasil pembicaraan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (KTT ASEAN) di Bangkok, Thailand belum lama ini.

Berita Populer