•   Sabtu, 16 November 2019
Sportainment

Demi Keamanan, Persebaya dan Arema Dipisah di Piala Presiden

( words)
Persebaya dan Arema FC mendapat sorotan khusus di perempat final Piala Presiden 2018 karena kerawanan konflik dua kelompok suporter mereka. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Arema FC dan Persebaya Surabaya mendapat perhatian khusus dari panitia penyelenggara Piala Presiden 2018. Pertemuan keduanya di turnamen pramusim itu pun harus dibatalkan.

Ketika pengundian perempat final Piala Presiden 2018 dilakukan, Arema seharusnya melawan Persebaya. Namun atas pertimbangan keamanan, hasil tersebut diubah. Arema akhirnya menghadapi Sriwijaya FC, sedangkan Persebaya melawan PSMS Medan.
Usulan mengenai pemisahan Arema dan Persebaya di perempat final kali pertama mencuat dari Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade, dalam rapat bersama panitia penyelenggara sebelum pengundian di Hotel Sultan pada Rabu (31/1) sore.

"Memperhatikan dari tahun lalu pada Piala Jenderal Sudirman, Polda minta kepada panpel untuk mempertimbangkan undian antara Arema dan Persebaya. Jadi tolong ini diperhatikan sekali," kata Gede.

Usulan Gede disambut baik Ketua Steering Committee, Maruarar Sirait. Pendapat Gede kemudian ditanggapi Manajer Persebaya, Chairul Basalamah.
Chairul mengatakan, keamanan harus disiapkan sebaik mungkin, mengingat delapan besar hanya digelar di satu tempat yakni Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Ia juga mengusulkan agar pertandingan Arema dan Persebaya digelar pada hari yang berbeda.

Manajer Arema, Ruddy Widodo, mengamini usulan Chairul. Akan tetapi, Ruddy menambahkan alangkah baiknya bila ada jeda hari kosong antara pertandingan Arema dan Persebaya.
Arema FC akan menghadapi Sriwijaya FC setelah hasil undian perempat final Piala Presiden 2018 melawan Persebaya dibatalkan. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto) "Misalnya arema main tanggal 3 Februari, pasti sampai di Solo pada 3 Februari pagi pulang malam. Kalau Persebaya tanggal 4 Februari, Bonek tiba di Solo 4 Februari pagi dan Aremania mungkin belum keluar dari Solo," ucap Ruddy.

"Jadi usul pertandingan perempat finalnya 3 Februari dan 5 Februari, atau 4 Februari dan 6 Februari," Ruddy melanjutkan.

Hanya saja, setelah panitia penyelenggara berdiskusi, akhirnya ditetapkan tidak ada jeda hari kosong antara laga Arema dan Persebaya. Laga delapan besar digelar pada 3 Februari dan 4 Februari.

Arema melawan Sriwijaya FC pada 4 Februari malam, sementara Persebaya menghadapi PSMS pada 3 Februari sore.

Berita Populer