Demi Pelestarian Desa Tradisional, Pemerintah China Timur Terapkan UU-nya

SURABAYAPAGI.com - Peraturan Kota Lishui tentang perlindungan desa tradisional telah disetujui oleh Komite Tetap Kongres Rakyat Provinsi Zhejiang pada hari Jumat untuk mendirikan zona perlindungan desa tradisional yang terdiri dari area perlindungan inti dan area yang dilarang konstruksi. Peraturan tersebut akan diterapkan pada 11 November.

“Langkah-langkah legislative tersebut diambil untuk melindungi gugus desa tradisional terbesar di Provinsi Zhejiang, Cina timur” kata pemerintah setempat Senin.

Desa tradisional, juga dikenal sebagai desa kuno, dan sering memiliki sejarah panjang yang membanggakan sumber daya budaya dan memiliki alam yang melimpah. Desa-desa ini sangat bernilai untuk perlindungan.

Perlu diketahui, Budaya merupakan hal yang memegang peranan penting dalam kemajuan suatu bangsa. Maka dari itu, pelestariannya sangat penting untuk dilakukan, pasalnya, dimasa mendatang budaya bisa dijadikan sebagai investasi untuk membangun masa depan.

Lishui memiliki gugus desa tradisional terbesar di Cina timur, dengan 158 desa tradisional, menyumbang 39,4 persen dari total di Provinsi Zhejiang.

Karena arsitektur tradisional merupakan elemen inti dalam pelestarian dan pemanfaatan desa-desa tradisional, peraturan ini juga membuat daftar untuk mengklarifikasi standar dan garis dasar rekonstruksi dan renovasi arsitektur, tanggung jawab yang sesuai dan tindakan yang dilarang.

Menurut peraturan tersebut, penduduk desa didorong untuk menghuni situs asli desa, dan pariwisata pedesaan, produksi dan pemrosesan pertanian, pameran tradisi, pelatihan pendidikan dan industri jasa modern juga didorong di desa-desa ini untuk mempromosikan perlindungan, warisan dan penyebaran budaya tradisional setempat.

Sebuah survei nasional pada tahun 2012 menunjukkan sebagian besar desa tradisional menghilang ke pusaran urbanisasi China, yang telah membawa puluhan juta petani ke kota-kota. Sejak saat itu, upaya untuk melindungi desa tradisional telah menjadi perhatian nasional.