Demi Raup Follower, Trio Emak-Emak TikTok-an di Jembatan Suramadu

HR, LR dan SS yang nekad Tik Tok-an di Jembatan Suramadu

 SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Iseng-iseng main Tik-Tokan di Jembatan Suramadu tepat di jalur mobil, kini tiga Emak-Emak  berinisial HR, LR dan SS harus berurusan dengan petugas aparat kepolisian. Saat diinterogasi polisi, ketiga wanita merupakan ibu rumah tangga ini mengaku akan menghadiri pesta ulang tahun temannya di Madura.

 “Mereka mengaku akan merayakan ulang tahun rekannya bernama Ibu Siti Suriah di Bebek Songkem Bangkalan Madura dengan menyewa taksi di Jembatan Merah JMP. Ketika melintas di Jembatan Suramadu turun dan melakukan kegiatan TikTok tersebut,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum kepada Surabaya Pagi, kemarin.

Ganis menjelaskan, jika aksi nekat ketiga emak-emak itu bermain TikTok di Jembatan Suramadu dilakukan secara spontanitas. Mereka juga mengaku tak mengetahui jika di Jembatan tersebut dilarang untuk melakukan kegiatan apapun.

“Jadi mereka ini alasannya nggak tahu di Jembatan Suramadu tidak boleh berhenti dan melakukan kegiatan apapun termasuk kegiatan TikTok maupun selfie,” imbuh Ganis.

Meski sempat diamankan, polisi tak melakukan penahanan terhadap ketiga wanita tersebut. Ketiga wanita asal Tambak Gringsing Surabaya itu diminta membuat surat permintaan maaf atas perbuatan mereka yang membahayakan, lalu dilepas oleh polisi.

“Pukul 11.00 WIB, ketiga orang pembuat video Tiktok tersebut sudah diperbolehkan untuk pulang setelah membuat pernyataan bermaterai dan klarifikasi tentang video TikTok yang di buat,” tandasnya.

Ketiganya juga dikenakan tilang dan denda sebesar Rp 500.000 karena melanggar peraturan lalu lintas. Denda tersebut sesuai yang tertera dalam pasal 287 ayat 1 juncto pasal 106 ayat 4 huruf A dan B Undang-undang Lalu Lintas.

Tiga perempuan yang tergabung dalam Tiga Centil Boys itu, menyampaikan permintaan maafnya depan wartawan.  ”Kami meminta maaf. Kami tidak tahu jika melanggar lalu lintas,” kata HR bersama dua temannya. Mereka menyebutkan bahwa hal itu dilakukan karena iseng. ”Tidak ada niat untuk bikin gaduh,” kata mereka.

Sementara itu, Kepala Bidang Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Surabaya Sodeli menjelaskan bahwa instansinya turut prihatin dengan adanya pelanggaran lalu lintas di atas Jembatan Suramadu. Pelanggaran sebenarnya telah coba diantisipasi. ”Kami sadar memang masih ada masyarakat yang berhenti dan ber-selfie di atas jembatan. Tahun ini ada rencana untuk memasang banyak kamera CCTV,” katanya.

Menurut Sodeli, keberadaan CCTV memang masih kurang. Puluhan kamera pengintai akan ditambahkan tahun ini. Prosesnya sudah masuk lelang. Selain untuk mencegah kejahatan, keberadaan kamera diharapkan meminimalkan pelanggaran lalu lintas di atas jalur penghubung Surabaya–Madura. ”Jadi, pelanggar akan ditegur secara cepat jika aksinya terekam kamera,” pungkasnya.

Diketahui, dunia maya sempat dihebohkan dengan aksi nekat tiga wanita yang bermain TikTok di Jembatan Suramadu.

Dalam video TikTok tersebut, ketiga emak-emak ini asyik berjoget ala anak-anak kekinian. Videonya pun viral di media sosial instagram, akun @aslisuroboyo yang merepost video tersebut sudah ditonton oleh 120 ribu orang dengan komentar sebanyak 3.500.

Dari video yang beredar tampak ketiga wanita tersebut menari diiringi lagu India.   Sebagian netizen mengecam ketas aksi emak-emak ini. tyn