•   Kamis, 17 Oktober 2019
Peristiwa Internasional

Demonstran Hong Kong Serbu Stasiun Kereta Api Menambah Panasnya Situasi

( words)
suasana Hong Kong saat itu SP/Rktmer


SURABAYAPAGI.com - Kondisi Hong Kong semakin tidak kondusif. Layanan transportasi umum menjadi sasaran demonstran.

Setelah menutup akses bandara pada akhir pekan lalu, kini pada Selasa (30/7) ratusan pengunjuk rasa anti pemerintah memblokir layanan kereta api pada jam sibuk di pagi hari. Akibatnya, kekacauan pun tidak dapat terhindarkan lagi.

Pengunjuk rasa mengganggu layanan jalur kereta Mass Transit Railway (MTR) Hong Kong pada pagi ini sebagai bagian dari upaya pembangkangan sipil dalam krisis yang sedang berlangsung di wilayah pusat perdagangan tersebut.

Layanan MTR ditangguhkan di sepanjang jalur Kwun Tong ketika pengunjuk rasa berkumpul di stasiun Tiu Keng Leng dalam upaya mereka untuk melumpuhkan jaringan transportasi kota seperti dikutipChannelNewsAsia.com, Selasa (30/7/2019).

Para pengunjuk rasa di stasiun itu memasang selebaran dan menghalangi pintu kereta. Beberapa penumpang kereta komuter yang marah juga ribut dengan para demonstran.

Memanasnya situasi Hong Kong dimulai tiga bulan lalu saat massa menentang RUU ekstradisi yang memungkinkan orang-orang di Hong Kong dikirim ke China daratan untuk diadili.

Namun, kini aksi demonstrasi yang terjadi telah berubah menjadi reaksi yang lebih luas. Aksi protes terjadi hampir setiap hari sehingga mengganggu aktivitas bisnis di wilayah tersebut.

Dalam aksi hari ini, aktivis memblokir pintu kereta sehingga memaksa ratusan orang untuk keluar dari stasiun kereta api dan mencari transportasi alternatif.

"Kami tidak tahu berapa lama kami akan tinggal di sini, kami tidak memiliki pemimpin, karena Anda dapat melihat ini adalah gerakan massa sekarang," kata Sharon, seorang pemrotes bertopeng berusia 21 tahun yang menolak memberikan nama lengkapnya.

“Ini bukan niat kami untuk membuat orang tidak nyaman, tetapi kami harus membuat pihak berwenang mengerti mengapa kami protes. Kami akan melanjutkan ini selama dibutuhkan,” imbuhnya.

Aksi protes itu muncul setelah Beijing mengecam "insiden mengerikan" selama bentrokan akhir pekan lalu.

Aksi kekerasan telah menyebabkan kerusakan serius pada citra internasional kota itu, aturan hukum, ketertiban umum, ekonomi dan kehidupan penduduk, menurut pemerintah China.

Para pejabat China menegaskan dukungannya bagi pemimpin Hong Kong, Carrie Lam dan polisi kota. Mereka menyerukan kepada warga Hong Kong untuk menentang tindak kekerasan.

Hampir 50 orang ditangkap di Hong Kong setelah aksi protes pada Minggu lalu.

Selain itu, Protes berbulan-bulan yang semakin keras di Hong Kong semakin membebani perekonomian kota tersebut, menggerus kepercayaan dan menakut-nakuti wisatawan. Padahal Hong Kong merupakan salah satu tujuan wisata belanja paling favorit di dunia.

Ekonom mengatakan dampak protes anti-pemerintah selama delapan minggu terakhir sudah lebih buruk daripada pada tahun 2014, ketika gerakan yang disebut "revolusi Payung" melumpuhkan distrik keuangan kota selama 79 hari.

Berita Populer