•   Minggu, 23 Februari 2020
Peristiwa Internasional

Demonstrasi Sasar Bandara, Hong Kong Sampai Di Puncak Krisisnya

( words)
Demonstran duduki Bandara Hong Kong. AP/Rtr


SURABAYAPAGI.com - Otoritas Bandara Hong Kong membatalkan semua penerbangan di Bandara Internasional Hong Kong, Senin (12/8), setelah ribuan demonstran memasuki areal terminal kedatangan untuk mengelar aksi unjuk rasa.

"Selain penerbangan yang sudah menyelesaikan proses check-in dan penerbangan yang sedang menuju Hong Kong, semua sisa penerbangan lainnya hari ini dibatalkan," kata otoritas Bandara Hong Kong dalam pernyataan tertulis seperti dikutip channelnewsasia.com.

Akan hal itu, Hong Kong berada di titik kritis setelah wilayah semi-otonomi tersebut dilanda aksi protes sejak dua bulan terakhir.

"Gelombang protes anti-pemerintah yang melumpuhkan aktivitas perekonomian dan transportasi tersebut harus dihentikan," ujar Juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau, Yang Guang, yang disiarkan televisi setempat, Senin (12/8).

Pihak berwenang mengatakan, lalu lintas menuju bandara juga terjebak macet dan lapangan parkir bandara penuh demonstran. Unjuk rasa di bandara ini sudah memasuki hari keempat.

"Sangat tidak nyaman buat orang. Saya tidak menyangka demonya akan berdampak besar seperti ini," kata seorang mahasiswa Meagen Scantlebury. Dia dan kakaknya, Julian, besar di Hong Kong tapi kuliah di Inggris dan Australia. Mereka berdua tidak tahu kalau penerbangan dibatalkan.

Protes itu dipicu sebagai tanggapan terhadap proposal pemerintah yang akan memungkinkan transfer tahanan ke China. Akan tetapi segera melonjak ke gerakan yang lebih besar menuntut lebih banyak demokrasi di wilayah semi-otonomi China. Pemimpin Hong Kong, Kepala Eksekutif Carrie Lam, telah menangguhkan undang-undang tersebut.

Unjuk rasa yang sudah berlangsung sejak lebih dari dua bulan ini belum ada tanda-tanda akan mereda. Demonstrasi besar-besaran ini dipicu oleh rencana pemerintah Hong Kong yang akan meloloskan undang-undang ekstradisi.

Bandara Hong Kong termasuk yang tersibuk di Asia dengan sekitar 75 juta penumpang hilir mudik di bandara ini pada tahun lalu.

Dalam jumpa pers sore ini, juru bicara kepolisian mengatakan mereka tidak akan ragu melepaskan tembakan gas air mata di bandara kepada para demonstran.

"Kami akan mengerahkan tindakan yang pantas (terhadap demonstran)," kata jubir kepolisian ketika ditanya apakah mereka akan melepaskan tembakan gas air mata terhadap para pendemo di bandara.

Berita Populer