•   Rabu, 18 September 2019
Pendidikan

Dengarkan Cerita Lewat 3D Hologram

( words)
Tampilan Hologram tiga dimensi (3D Hologram)


SURABAYAPAGI.com. Jember- Adlina beserta dua orang rekannya Dewi Herlina dan Pungky Habib mahasiswa Universitas Jember berhasil menciptakan media pembelajaran yang menyenangkan. Media pembelajaran yang diberi nama Hologram Literary ini memanfaatkan teknologi Hologram tiga dimensi (3D Hologram).

Media ini dapat dipakai dalam proses pembelajaran materi Hikayat dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk tingkat SMA sederajat.

“Pelajaran Hikayat ini kan materinya mendengarkan cerita, seperti halnya dongeng atau cerita rakyat. Jadi siswa harus bisa memahami cerita yang dibacakan dengan cara mendengarkan cerita yang dibacakan oleh guru ataupun oleh siwa lain,” ujar gadis yang disapa Lina ini saat ditemui di kampusnya, Senin (15/7/2019).

Lina mengatakan, cara konvensional yang selama ini diterapkan dalam penyampaian materi Hikayat cenderung membosankan. Karena siswa hanya bisa membayangkan tokoh dan alur dari cerita yang dibacakan.

“Namun dengan memanfaatkan 3D Hologram ini siswa bisa melihat langsung bagaimana karakter tokoh, suasana dan lingkungan dalam cerita. Sehingga siswa tidak mudah bosan karena selain mendengar mata mereka juga melihat apa yang mereka dengarkan,” imbuh Herlina.

Menurut Lina, dengan model konvensional daya tangkap siswa terhadap materi Hikayat tidak begitu bagus. Hal itu dikarenakan dalam proses penyampaian cerita siswa cenderung hanya bermain-main atau bahkan beberapa siswa mengantuk.

“Membosankan mungkin ya, karena dengan model konvensional ternyata pemahaman terhadap cerita berada pada nilai rata-rata 75 dengan skala 100. Namun dengan menggunakan media 3D Hologram ini perolehan nilai rata-rata siswa naik menjadi 94,” lanjut Lina.

Saat ini Lina dan kawan-kawan tengah sibuk menyiapkan proses mengajuan Hak Paten atas media pembelajaran elektronik buatan mereka. Selain itu mereka juga tengah menyempurnakan karyanya untuk diikutkan dalam beberapa kompetisi dan konfrensi ditingkat internasional.

“Kalau hak paten dalam proses pengurusan. Saat ini kami tengah serius menyempurnakan produk kami untuk kami ikutkan dalam konfrensi di Malaysia,” pungkasnya.(Koes).

Berita Populer