•   Selasa, 15 Oktober 2019
SGML

Dewan Minta RPH di Lamongan Dimaksimalkan

( words)
Rombongan Komisi B saat menerima penjelasan dari pihak pemerintahan Kab Semarang Jateng.


SURABAYA PAGI, Lamongan - Masih belum maksimalnya pengelolaan Rumah Potong Hewan (RPH) selama ini mengusik dewan. Untuk mendapatkan gambaran pengelolaan RPH yang bisa meningkatkan PAD, komisi B DPRD Lamongan belajar ke Kabupaten Semarang Jawa Tengah.
Dalam pengelolaan RPH di Semarang, seperti yang disampaikan oleh Saifudin Zuhri ketua Komisi B menyebutkan, RPH di Semarang selama ini mampu meningkatkan PAD untuk daerahnya.Ia lalu menjelaskan di Kabupaten Semarang terdapat 4 lokasi Rumah Pemotongan Hewan ( RPH), dan 2 Rumah Pemotongan Unggas (RPU).
Sedangkan untuk pemotongannya dilakukan oleh petugas yang sudah dibekali dengan kursus/pelatihan juru sembelih yang halal, dan bersertifikat.Adapaun biaya retribusi sebesar Rp. 15.000/ekor diperuntukkan untuk sapi dengan bobot dibawah 400 kg.
Sementara itu, untuk sapi tambah politisi PKB ini, dengan bobot diatas 400 kg dikenakan biaya sebesar Rp.18.000/ekor. Kambing/domba sebesar Rp. 3.500 dan untuk RPU unggas dikenakan biaya Rp. 100 per ekor. Di tahun 2017 Pendapatan RPH mampu mencapai 170 juta dari target yang semula ditetapkan sebesar 120 juta.
Tentu apa yang sudah dilakukan oleh Pemkab Semarang itu, bisa dilakukan di Lamongan, agar RPH yang selama ini terkesan jalan di tempat, agar kedepanya bisa maksimal pengelolaanya. "Saya berharap agar rumah potong hewan yang ada di Kabupaten Lamongan dapat dimanfaatkan secara maksimal, sehingga dapat menambah PAD Kabupaten Lamongan,"harapnya.jir

Berita Populer