•   Senin, 24 Februari 2020
Kriminal

Di Gelapkan Oleh Cemburu Hingga Tega Bunuh Janda Anak Tiga

( words)
Zahirudin Pelaku Pembunuhan Nursiah.


SURABAYAPAGI.COM- Dengan mata yang berkaca-kaca serta raut wajah yang penuh kekesalan terhadap Zahiruddin (33) atas kasus pembunuhan anaknya bernama Nursiah (33). Ihram menegaskan dirinya sampai kapan pun akan menolak permintaan maaf dari pelaku maupun keluarga pelaku.

“Itu anak saya satu-satunya dia anak tunggal yang paling kusayangi tapi kenapa mereka buat seperti itu,” ujarnya sembari menundukkan wajahnya dari arah kamera, untuk menyembunyikan air matanya yang mulai menetes.

Kronologi yang dijelaskan menurut warga sekitar, saat itu kondisi rumah kontrakan korban Sedang sepi. Sehingga dengan leluasa pelaku beraksi hingga menewaskan korban.

Tetangga rumah korban juga mengaku sempat mendengar ada suara benturan dinding rumah kayu yang cukup keras secara berulang-ulang. Namun tetangga takut untuk datang melihat hingga akhirnya menghubungi ketua RT yang rumahnya tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

Ketua RT dan warga sekitar mendapati korban dalam keadaan tengkurap serta berlumuran darah di sekujur tubuhnya. Warga sekitar pun langsung berupaya melakukan pertolongan dengan membawa korban di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun sayangnya tak berlangsung lama sampai di rumah sakit, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Saya kemarin itu gak tau juga awalnya, saya dikasi tau oleh warga saya katanya coba dicek dulu ada apa di rumah itu kok grusak grusuk seperti ada orang kelahi begitu” ujarnya.

Setelah menghabisi nyawa janda tiga anak itu, Zahiruddin langsung melarikan diri ke kawasan Karang Anyar Balikpapan Barat. Hal ini untuk kemudian menyeberang di kawasan Penajam Paser Utara.

Namun belum sempat kabur lebih jauh, pria bertato itu lebih dulu diamankan polisi dari tim beruang hitam Polresta Balikpapan.

Kepada petugas, Zahiruddin mengaku cemburu lantaran sang kekasih menjalin hubungan spesial dengan ayah Zahiruddin.

“Saya itu tadinya mau tanya baik-baik aja tapi dia (korban) malah ribut dan bentak-bentak saya,” tuturnya.

“Saya naik darah makanya saya tikam,” kata Zahiruddin di Mapolresta Balikpapan, Rabu (15/1/2020).

Sang ayah korban pun berharap, pihak berwajib dapat melakukan pemberian hukum yang sepadan dengan anaknya.

"Saya berharap polisi bisa berlaku adil tindak pelaku sesuai hukum yang berlaku," ujarnya..

Berita Populer