•   Sabtu, 14 Desember 2019
SGML

Dicurhati Petani Tambak Lamongan, Gubernur Lobi 5 Perusahaan

( words)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat sidak ke Pasar Ikan di Lamongan. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


Perusahaan Tersebut Diminta Untuk Menyerap Ikan Lebih Banyak

SURABAYA PAGI, Lamongan - Kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Pasar Ikan di Lamongan, Kamis (13/6/2019), dimanfaatkan oleh para pedagang dan petani tambak berkeluh kesah terkait murahnya harga ikan bandeng, mulai sebelum hari raya Idul Fitri hingga saat ini.
Para petani tambak meminta Gubernur turun tangan menangani permasalahan tersebut. "Bu Gubernur tolong lakukan sesuatu agar harga ikan bandeng kembali normal seperti biasanya," kata Kariyah salah seorang petani tambak.
Kariyah mengaku, saat ini harga ikan bandeng anjlok menjadi Rp 2 ribu hingga 5 ribu perkilo. Padahal sebelumnya harga ikan bandeng bisa mencapai 8 hingga 10 ribu per kilo gram tersebut. Anjloknya harga ikan bandeng ini jelas membuat para petani merugi, karena biaya biaya yang sudah dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan.
Menyikapi hal ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akan mencari solusi yang terbaik bagi para petani tambak, seperti memetakan kebutuhan cold storage di semua tempat pelelangan ikan agar bisa menyediakan cold storage sendiri termasuk di pasar ikan Lamongan.
Selain itu kebutuhan pabrik pengelolaan ikan terutama bandeng harus bisa menyerap hasil panen para petani tambak. "Jadi kebutuhan akan cold storage ini, juga sudah dilakukan pemetaan di tempat lain seperti di Probolinggo dan kemarin kita sudah ketemu sama pak walikota sana membahas persoalan ini," katanya.
Sementara adanya penurunan harga ikan bandeng di Lamongan. Hal ini juga dipengaruhi oleh adanya over suplai dari petani yang lebih dini memanen ikan mereka yang masih kecil. Petani sendiri terpaksa harus memanen ikan mereka yang masih kecil, karena saat ini sudah memasuki masa tanam padi.
Agar tidak terjadi over suplai dibutuhkan juga cold storage di pelelangan ikan agar ikan bisa bertahan lebih lama. "Karena sudah memasuki masa tanam jadi ikan yang masih kecil-kecil itu sudah dipanen. Kedepannya kita minta para petani juga harus bisa membuat kalender sehingga pada saat musim tanam padi hal ini tidak berbenturan," imbuhnya.
Rencananya dalam waktu dekat ini, Khofifah juga akan melakukan komunikasi dengan sejumlah perusahaan yang bahan bakunya mengelola ikan bandeng. Lima perusahaan yang ada di kota pahlawan tersebut diharapkan dalam waktu dua atau tiga hari ini dapat menyerap hasil panen ikan di Lamongan. Sebenarnya lanjut Khofifah.
"Itu memang perusahaan yang bahan bakunya adalah ikan, terutama bandeng. Saya akan mengkomunikasikan, bagaimana mereka akan menyerap lebih banyak, Saya sudah mendapatkan peta kemampuan serap dari 5 perusahaan itu,” ujarnya.
Usai pertemuan tersebut, dia berharap perusahaan-perusahaan itu bisa menyerap lebih banyak. Sehingga dalam dua atau tiga hari ini normalisasi harga bandeng relatif akan bisa terdorong.
Selain itu, dia akan membuka jalan bagi opsi ekspor ikan bandeng. Opsi kedua yakni memperluas pasar ekspor yang pada Bulan Juli mendatang dibuka ekspor ke Panama,” tambahnya.
Lebih jauh, Khofifah kedepan akan memberi prioritas pembangunan pasar ikan modern di Lamongan. Dengan syarat, rencana itu harus singkron dan masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lamongan dan Jawa Timur.
Karena itu, dia mengungkapkan bupati (Lamongan) akan mengirimkan tim (ke Pemprov Jatim) untuk membahas lebih detail rencana tersebut. “Aspirasi dan rekomendasi dari pemilik wilayah harus didengarkan,” kata dia. jir

Berita Populer