•   Minggu, 29 Maret 2020
Internasional

Didesak AS, Jerman Cabut Izin Operasional Maskapai Iran

( words)
Foto : Pesawat Mahan Air


SURABAYAPAGI.com - Otoritas Jerman secara resmi mencabut izin operasional maskapai penerbangan Iran di wilayahnya. Sanksi diberikan setelah pemerintah Amerika Serikat mendesak Jerman.

Dikutip dari Reuters, Selasa, 22 Januari 2019, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman menyatakan larangan tersebut diberlakukan karena maskapai penerbangan Iran telah mengangkut peralatan dan personel militer ke Suriah dan zona perang lain di Timur Tengah. Jubir menyatakan pula larangan terbang itu akan segera berlaku.

Amerika Serikat yang telah lebih dulu menjatuhkan sanksi terhadap Mahan Air asal Iran pada 2011 mendesak sekutunya di Uni Eropa untuk mengikuti langkah tersebut.

"Departemen Keuangan AS menghargai keputusan penting Jerman untuk melarang operasional Mahan Air. Mahan secara rutin menerbangkan IRGC-QF (pasukan pendukung pemerintah Iran) dan senjata ke Suriah. Mereka mendapat sanksi sekunder dari kami dan seharusnya dilarang di seluruh dunia," kata Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin pada Senin, 21 Januari 2019 merespons keputusan Jerman.

Mahan Air yang didirikan pada 1992 merupakan maskapai penerbangan swasta pertama Iran. Maskapai itu memiliki armada pesawat terbesar di Iran dan melakukan penerbangan ke sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Italia, Spanyol, dan Yunani.

Duta Besar AS di Berlin, Richard Grenell, yang telah lama keberatan dengan hubungan Mahan Air ke Jerman, menyambut baik larangan tersebut. "Mahan Air telah menerbangkan teroris, senjata, peralatan, dan dana ke berbagai wilayah untuk mendukung kelompok teroris Iran," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Langkah Iran menggunakan Mahan Air untuk mendukung rezim Assad di Suriah, misalnya, telah berkontribusi pada penderitaan manusia yang luar biasa, kekerasan, dan ketidakstabilan politik yang dirasakan di seluruh dunia," katanya, merujuk pada Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Jerman Steffen Seibert membantah bahwa keputusan untuk melarang Mahan adalah hasil dari tekanan A.S. "Keputusan Jerman didasarkan pada pertimbangan kebutuhan keamanan kami," katanya dalam konferensi pers.

“Tidak dapat disangkal bahwa maskapai ini juga dapat mengangkut kargo ke Jerman yang mengancam keamanan kami. Ini didasarkan pada pengetahuan tentang aktivitas teroris Iran yang pernah bergerak di Eropa," ujarnya.

Negara-negara Eropa kini berada di bawah tekanan AS untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran. Tekanan ini mulai datang sejak Presiden Donald Trump tahun lalu menarik Washington dari perjanjian non-proliferasi nuklir internasional yang dicapai di bawah pemerintahan Barack Obama.

Bersama dengan Iran, para penandatangan perjanjian tersebut yaitu Jerman, Prancis, Inggris, Rusia dan China masih berusaha melanjutkan isi perjanjian.

Berita Populer