•   Sabtu, 14 Desember 2019
KabarPartaiPolitik

Diduga Incar Kursi Menteri

( words)
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.


Di Balik Perseteruan Yusril vs Habib Rizieq soal Keislaman Prabowo

Usai Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra membeberkan chat WhatsApp (WA) dengan Imam Besar Front Pembela (FPI) Habib Rizieq Shihab tentang ke-Islaman Prabowo Subianto, Pro kontra pun menyeruak ke ruang publik. Perseteruan antara Yusril dengan FPI ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, sejumlah calon anggota legislatif (Caleg) PBB dari FPI mundur setelah Yusril mengalihkan dukungan PBB kepada Jokowi-Ma’ruf di di Pilpres 2019. Kini dua minggu menjelang hari pencoblosan Pilpres 17 April, perseteruan itu kembali mencuat dengan menyeret nama Prabowo Subianto yang menjadi lawan Jokowi. Ada apa di balik ini? Mengingat hasil survei sejumlah lembaga riset, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf stagnan, sedang Prabowo-Sandi dalam tren naik.
-------------
Jaka Sutrisna-Teja Sumantri,
Tim Wartawan Surabaya Pagi
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Rahardjo Jati menilai perseteruan FPI dan Yusril adalah manuver yang tidak tepat. Ia melihat FPI tidak memahami konteks utuh dan hanya melihat permasalahan “kampret vs cebong.” Sementara Yusril, menurut Wasisto, hanya mencari keuntungan dari permasalahan tersebut.
“FPI sekali lagi menarik kesimpulan itu (isu Yusril tentang keislaman Prabowo, red) pada masalah cebong dan kampret dan tidak secara gamblang membalas kritikan Yusril soal Prabowo seakan-akan menutupi dengan bertameng pada Ijtima Ulama. Padahal keislaman seseorang itu tidak hanya itu saja. Yusril berusaha untuk oportunis dengan mencela Prabowo dengan harapan posisinya diperhitungkan Jokowi,” ungkap Wasisto, Kamis (4/4/2019).
Wasisto memahami kalau FPI dan PBB tengah berselisih setelah PBB memutuskan mendukung pasangan capres-cawapres 01. Namun, dalam konteks video klarifikasi Rizieq, menurut Wasisto, pentolan FPI itu diduga tengah menjaga basis suara pemilih Islam konservatif yang selama ini berada di belakangnya.
Sebab selama ini, lanjut Wasisto, memang masih ada keraguan bagi pemilih Islam lantaran Prabowo adalah figur nasionalis sekuler. Padahal, situasi tersebut masih menjadi perdebatan bagi pemilih Islam konservatif yang selama ini di belakang Rizieq.
Di sisi lain, Wasisto melihat upaya Yusril tidak sebatas klarifikasi dengan memberikan tangkapan layar pembicaraan antara Yusril dengan Rizieq. Sebab, menurut Wasisto, di saat yang sama, Yusril juga sedang menyimbolkan PBB mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi gerbong 212.
Incar Menteri
Wasisto pun meyakini bila konflik antara Yusril dengan Rizieq sudah diperhitungkan secara matang demi kepentingan partai yang dinakhodai Yusril itu. “Saya kira PBB tahu persis risikonya ketika ribut dengan ormas yang punya massa intimidatif, sehingga berpotensi pada jumlah suara. Saya lihat Yusril mencoba untuk membawa gerbong PBB ke kursi eksekutif daripada legislatif,” kata Wasisto.
Hal senada diungkap pengamat politik Achsin Ibnu Maksum. Menurutnya, PBB dan Yusril makin ditinggalkan umat Islam setelah berseteru dengan Habib Rizieq. “Perseteruan PBB, Yusril dengan Habib Rizieq membuat umat Islam tidak memilih PBB dan Yusril,” kata Achsin.
Menurut dia, Yusril ingin mendapatkan kekuasaan dengan menyerang Habib Rizieq. “Yusril berharap mendapat jabatan dengan menyerang Habib Rizieq,” ungkapnya.
Tindakan yang dilakukan Yusril dan PBB, lanjut Achsin, justru merugikan caleg PBB. “Faktanya mayoritas caleg PBB pendukung Prabowo. Dengan kelakuan Yusril dan PBB, para caleg PBB sulit mendapatkan suara,” jelas Achsin. Selain itu, lanjur Achsin, umat Islam lebih percaya Habib Rizieq daripada pernyataan Yusril maupun elite PBB.
Mainan Politik
Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan pernyataan Yusril Ihza Mahendra terkait polemik keislaman Prabowo tidak perlu ditanggapi serius. "Saya rasa urusan ini sudah clear dan Pak Prabowo sudah didukung Ijtima Ulama," kata Andre.
Lagipula, kata Andre, Prabowo sudah terang mengakui bahwa ia adalah Islam abangan. "Saya islam abangan, islam saya tidak baik, tapi saya tidak pernah kriminalisasi ulama’, Pak Prabowo mengakui makanya beliau enggak mau jadi imam," kata Andre.
"Enggak perlu dipaksakan seperti orang sebelah, jadi imam difoto banyak orang. Screenshot Pak Yusril bagian dari orang kalap, takut kalah, alias panik," lanjuta dia.
Sementara itu, Partai Bulan Bintang (PBB) membantah isu yang diembuskan Yusril soal percakapan dengan Habib Rizieq tentang keislaman Prabowo sekadar mainan politik. "PBB tidak sedang bermain isu politik, apalagi terhadap Habib Rizieq. Namun, PBB menjawab serangan yang zalim yang diterima PBB menjelang 17 April 2019," tandas Ketua Bidang Pemenangan PBB, Sukmo Harsono, Kamis (4/4) kemarin.
Awal Polemik
Polemik ini berawal dari sebuah video Yusril yang viral di media sosial. Dalam video itu, Yusril mengatakan sempat berbincang dengan Rizieq Shihab terkait majunya Prabowo Subianto sebagai capres. Menurut Yusril, Rizieq meragukan keislaman Prabowo.
Belakangan lewat akun Front TV yang diunggah di YouTube, Rizieq membantah komunikasinya dengan Yusril yang juga membahas dukungan untuk Prabowo dalam pemilihan presiden 2019. Menurut Rizieq apa yang dikatakan Yusril bahwa ia pernah menyebut bahwa Prabowo Islamnya tidak jelas adalah bohong. "Jadi itu tidak benar," kata dia.
Ia mengatakan selama dua tahun berada di Arab Saudi, ia hanya pernah berkomunikasi lewat telepon dengan Yusril Ihza sebanyak satu kali. "Itu pun bukan dalam konteks Prabowo," kata Rizieq.
Yusril membalas pernyataan Rizieq ini. "Yusril dan Habib tidak pernah berkomunikasi membahas Prabowo seperti dikatakan Habib Rizieq, itu bohong," kata Yusril lewat keterangan tertulis yang dikirimkan oleh Ketua Bidang Pemenangan PBB, Sukmo Harsono.
Yusril Ihza Mahendra kemudian menunjukkan bukti tangkapan layar perbincangan via WhatsApp antara dirinya dan Rizieq Shihab pada September 2018. Percakapan Whatsapp itu tercatat pada 5-6 September 2018. Di sana Yusril membuka perbincangan yang menyatakan akan umrah bersama keluarga pada 29-6 Oktober 2018. Di sela kegiatan ibadahnya, Yusril mengungkapkan keinginannya bertamu ke tempat Rizieq Shihab. n

Berita Populer